Kenapa Ada Orang yang Enggan Coba Kuliner Lokal saat Traveling, dan Pilih Ayam Goreng Fast Food Saja?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 28 April 2025 | 08:26 WIB
Ilustrasi: Mengapa ada orang yang enggan mencoba kuliner lokal, bahkan jika hanya buah-buahan? (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Mengapa ada orang yang enggan mencoba kuliner lokal, bahkan jika hanya buah-buahan? (Freepik/Pressfoto)

PejuangKantoran.com - Ketika sedang traveling, beberapa hal yang biasa kita lakukan adalah mengeksplor tempat-tempat wisata, belanja, foto-foto, dan mencoba makanan lokal, ya kan?

Tetapi percaya nggak, ternyata ada orang-orang yang justru tidak mau mencoba kuliner lokal yang mereka kunjungi. Rugi banget, nggak sih? Ya, mungkin itu yang kita pikirkan.

Tetapi orang-orang yang menolak makanan khas daerah dan lebih memilih makanan yang aman punya alasan tersendiri. Mari kita bahas di sini.

Baca Juga: 7 Momen Paling Berkesan yang Dilakukan Paus Fransiskus sepanjang 12 Tahun Masa Kepausannya

1. Takut sama sesuatu yang masih asing

Nggak semua orang senang keluar dari zona nyaman, apalagi soal makanan. Buat sebagian orang, mencoba makanan baru itu ibaratnya seperti melompat ke kolam renang tanpa tahu dalamnya seberapa.

Mereka merasa lebih aman makan makanan yang sudah dikenal rasanya, daripada ambil risiko kecewa atau malah sakit perut. Jadi kalau ada teman kamu yang traveling tapi bekalnya mie instan dari rumah, mungkin itu naluri bertahan hidupnya yang lagi kerja.

2. Kebutuhan untuk mengontrol

Ada juga nih tipe yang hidupnya harus terencana, sampai soal makanan pun diatur. Mereka mungkin sudah browsing resto fast food yang jual ayam goreng atau burger sebelum berangkat. Kenapa?

Mencoba makanan baru itu berarti keluar dari kendali, dan hal itu bikin mereka nggak nyaman. Jadi jangan heran kalau ada yang di Jepang tapi makannya tetap ayam goreng.

Baca Juga: Kopi Lokal, Ambisi Global: Serius Pangan Nusantara Menembus Pasar Dunia Bareng BRI

3. Tidak dibiasakan mengeksplorasi rasa

Kadang-kadang, pilihan makanan kita waktu dewasa itu merupakan warisan dari pola makan waktu kecil. Kalau dari kecil tidak biasa dikenalkan dengan makanan yang bervariasi, besar kemungkinan kita jadi picky eater waktu sudah dewasa.

Jadi kalau ada yang ke Surabaya tapi menolak makanan khas daerah seperti rujak cingur atau lontong kupang hanya karena melihat bumbu petisnya yang hitam, mungkin itu karena nggak terbiasa mengeksplor rasa.

4. Sensitif sama rasa dan aroma makanan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Geediting.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X