PejuangKantoran.com - Dubai kembali bikin gebrakan, kali ini bukan soal gedung tertinggi atau teknologi tercanggih, tapi soal aksesibilitas dan inklusivitas.
Negara ini resmi menyandang status sebagai Certified Autism Destination™ pertama di belahan bumi timur, sebuah pencapaian besar yang menunjukkan komitmen serius untuk menjadikan Dubai lebih ramah bagi semua orang, termasuk penyandang autisme dan kebutuhan khusus lainnya.
Sertifikasi ini diberikan oleh IBCCES (International Board of Credentialing and Continuing Education Standards), lembaga internasional yang fokus pada pelatihan seputar autisme dan sensitivitas sensorik.
Baca Juga: Orang yang Lebih Suka Mengirim Chat daripada Menelepon Ternyata Punya Alasan Masuk Akal
Proses ini dipimpin langsung oleh Dubai Department of Economy and Tourism (DET) dan melibatkan berbagai mitra di industri pariwisata—mulai dari maskapai, hotel, tempat wisata, hingga transportasi umum.
Yang bikin pencapaian ini makin keren, Dubai gak cuma berhenti di pengakuan formal. Mereka benar-benar ngebangun sistem dan pengalaman yang inklusif, mulai dari pelatihan intensif untuk staf, penyediaan panduan sensorik, sampai lanyard khusus buat penyandang disabilitas tak kasat mata. Jadi, setiap titik di Dubai makin siap untuk menyambut siapa pun, tanpa terkecuali.
Dubai College of Tourism (DCT), yang berada di bawah DET, juga ikut ambil bagian lewat platform pelatihan online Dubai Way.
Platform ini jadi sarana utama buat ngelatih ribuan orang tentang cara memberikan pelayanan yang inklusif dan empatik untuk semua wisatawan. Ada juga program Inclusive Service, yang mengajarkan staf tentang cara berinteraksi dengan penyandang disabilitas lewat video, studi kasus, dan sesi interaktif—jadi gak cuma teori doang.
Baca Juga: Detail Mengejutkan Peti Paus Fransiskus : Simbol Kesederhanaan Tradisi Pemakaman Paus
Dalam dua tahun terakhir, hasil dari semua upaya ini udah mulai kelihatan. Lebih dari 70.000 orang telah ikut pelatihan, 300 hotel telah tersertifikasi, dan lebih dari 15 destinasi wisata (belum termasuk pantai dan taman) udah punya standar ramah autisme dari IBCCES.
CEO Dubai Corporation for Tourism and Commerce Marketing, Issam Kazim, menyebut ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan Dubai menuju kota yang benar-benar inklusif.
Menurutnya, penghargaan ini adalah hasil kerja keras dari semua pihak—mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga komunitas. Dan tentunya, ini sejalan dengan Dubai Economic Agenda D33 dan semangat UEA Year of Community yang mendorong rasa kebersamaan dan kolaborasi.
Baca Juga: 7 Momen Paling Berkesan yang Dilakukan Paus Fransiskus sepanjang 12 Tahun Masa Kepausannya
Dari sisi IBCCES, mereka juga merasa terhormat bisa terlibat dalam inisiatif ini. Menurut Ketua Dewan dan CEO IBCCES, Myron Pincomb, pencapaian ini jadi langkah penting untuk memastikan semua pengunjung, termasuk mereka yang punya kebutuhan khusus, bisa menikmati pengalaman di Dubai dengan nyaman dan tanpa hambatan.
Artikel Terkait
Sempat Ditolak untuk Diproduksi, Film Sah! Katanya Akhirnya Malah Dianggap sebagai Berlian
Ryan Gosling Akan Bintangi Film Star Wars: Starfighter, Tayang Mei 2027
Calvin Jeremy Gunakan 'Metode Parfum' untuk Mainkan Emosi Sedih dan Happy di Film Sah! Katanya
3 Cerita Seru di Balik Coachella 2025, dari Benson Boone hingga Penonton yang Bayar Pakai Paylater
Dikemas sebagai Road Movie, Film Horor 'Jalan Pulang' Hadirkan Luna Maya dan Taskya Namya
Jangan Asal Beli yang Kekinian, Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Membeli Tumbler Premium
Dikemas dengan Format 4:3, Film Perang Kota Garapan Mouly Surya Jadi Terasa Lebih Intim
Series Theo & Ruza Usung Kisah Cinta di Kalangan Geng Motor dengan Bumbu Toxic Masculinity
Kenapa Ada Orang yang Enggan Coba Kuliner Lokal saat Traveling, dan Pilih Ayam Goreng Fast Food Saja?
Daftar Film Indonesia yang Dirilis Bulan Mei, Deva Mahenra Kembali Muncul dalam Kisah Perselingkuhan