PejuangKantoran.com - Kalau kamu sering bepergian dengan pesawat, pasti sudah sering mendengar instruksi dari awak kabin untuk membuka penutup jendela di pesawat saat lepas landas maupun mendarat.
Instruksi tersebut mungkin terkesan sepele, tapi pertimbangannya bukan sekadar agar pesawat terlihat lebih terang. Prosedur standar tersebut ternyata merupakan komponen penting dari protokol keselamatan penerbangan.
Dasarnya adalah peraturan keselamatan yang dikembangkan selama puluhan tahun melalui penelitian penerbangan, investigasi kecelakaan, dan pedoman otoritas penerbangan internasional.
Baca Juga: Siapa yang Dimaksud Reza Rahadian sebagai Mereka dalam Buku Pertamanya, 'Mereka yang Pertama'?
Nah, kalau kamu penasaran, inilah alasan awak kabin meminta kamu membuka penutup jendela di pesawat:
1. Menentukan sisi aman untuk evakuasi
Takeoff dan landing adalah dua fase paling krusial dalam penerbangan. Menurut International Air Transport Association (IATA), sekitar 90% kecelakaan pesawat terjadi pada dua fase ini.
Dengan membuka penutup jendela, awak kabin dan penumpang bisa dengan cepat melihat kondisi di luar pesawat. Misalnya, kalau ada api, puing, atau air di sekitar pesawat, informasi ini bisa membantu menentukan sisi mana yang lebih aman untuk evakuasi.
2. Menyesuaikan penglihatan dengan cahaya luar
Membuka penutup jendela juga membantu mata kita menyesuaikan diri dengan cahaya luar. Jika terjadi keadaan darurat dan kita harus segera keluar dari pesawat, mata yang sudah terbiasa dengan cahaya luar akan lebih cepat beradaptasi, baik itu terang atau gelap.
Baca Juga: Usai Hadir di BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Kini Gula Aren Merek Tangkal Kawung Bidik Pasar Korea
Hal ini penting untuk menghindari disorientasi dan mempercepat evakuasi.
3. Membantu awak kabin mengawasi kondisi luar
Awak kabin bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan penumpang. Dengan jendela yang terbuka, mereka bisa lebih mudah memantau kondisi di luar pesawat, seperti asap, kebocoran bahan bakar, kebakaran mesin, memantau kondisi landasan pacu dan cuaca eksternal, dan berbagai kerusakan struktural lainnya.
Informasi ini bisa sangat penting jika komunikasi dengan kokpit terputus.
Artikel Terkait
Belajar dari Kesalahan, Ini Cara Dapatkan Kembali Kepercayaan Atasan dan Rekan Kerja
Rayakan 20 Tahun Di Dunia Film, Reza Rahadian Luncurkan Program Refleksi Dua Dasarasa
Konklaf, Pemilihan Paus Baru Akan Dimulai pada 7 Mei 2025
3 Contoh Jawaban Saat Ditanya Tentang Gaji. Tunjukkan Rasa Percaya Diri Untuk Negosiasi!
Pendaftaran Dana Indonesiana 2025 – 2026 untuk Para Seniman Segera Dibuka. Ini Cara Daftarnya!
5 Kategori Olah Raga Yang Tidak Aman Bagi Jantung yang Wajib Kamu Hindari!
Bagi Fresh Graduate, Ini Sejumlah Keterampilan dan Langkah yang Dibutuhkan Untuk Pekerjaan Masa Depan 2030