Pejuangkantoran.com – Secara ilmiah, olah raga bisa membantumu mengurangi terkena risiko penyakit jantung. Dan sangat disyukuri, tren kesadaran untuk berolah raga karena ingin hidup yang sehat semakin meluas.
Hampir di semua tempat umum, ketika akhir pekan orang tampak beraktivitas olah raga, mulai dari ringan seperti jalan kaki, hingga yang lari jarak jauh atau bersepeda kompetisi (road bike).
Sayangnya, masih banyak yang belum tahu porsi olah raga yang tepat sehingga justru olah raga tersebut menjadi berbahaya bagi kesehatan jantung.
Olah raga yang berisiko demikian dianggap sebagai olah raga yang tidak sesuai atau berelbihan. Ini adalah olah raga dengan cara yang salah, berlebihan, atau tidak sesuai dengan kondisi tubuh.
Hal ini akan makin meningkatkan risiko gangguan jantung jika terjadi pada orang yang memiliki faktor risiko tersembunyi, misal hipertensi, kolesterola tinggi, diabetes tipe 2, penyakit arteri koroner dini, aritmia jantung ringan, hingga peradangan kronis (autoimun, obesitas, dan sebagainya).
Baca Juga: Aktif Olah Raga dan Gaya Hidup Sehat Tapi Berisiko Kena Penyakit Jantung? Ini Faktor-faktornya!
Kategori Olah Raga yang Tidak Sesuai
Lalu, kategori olah raga yang tidak sesuai itu seperti apa? berikut poin-poinnya:
- Olahraga Terlalu Berat Secara Mendadak: Orang yang lama tidak aktif berolah raga, tiba-tiba langsung ikut lari maraton, angkat beban ekstrem, atau mengejar grand fondo dengan roadbike tanpa persiapan.
Risiko: Jantung "kaget", denyut jantung melonjak drastis, bisa memicu aritmia, bahkan serangan jantung mendadak jika ada penyempitan arteri yang tidak terdeteksi.
- Olahraga Terlalu Lama dan Intens: Olahraga intensif lebih dari 90 menit terus-menerus, terutama jika tanpa istirahat atau hidrasi cukup.
Risiko: Bisa menyebabkan kelelahan jantung, dehidrasi, gangguan elektrolit, atau radang otot jantung (miokarditis jika sudah ada infeksi sebelumnya).
- Tidak Sesuai dengan Usia atau Riwayat Penyakit: Lansia dengan tekanan darah tinggi melakukan olahraga lompat-lompat tinggi atau sprint tanpa pengawasan.
Risiko: tekanan darah melonjak, pembuluh darah bisa pecah (stroke), atau jantung tidak kuat memompa.
- Kurang Pemanasan dan Pendinginan: Masuk dan keluar dari aktivitas olahraga tanpa transisi membuat denyut jantung naik atau turun secara tiba-tiba.
Risiko: Ini bisa memicu gangguan irama jantung.
- Olahraga Saat Sakit (terutama flu atau infeksi virus): Bisa memicu miokarditis (radang otot jantung), yang berbahaya bahkan untuk atlet muda.
Artikel Terkait
Penelitian Baru: Manfaat Kesehatan Kopi dan Teh dalam Mencegah Penyakit Jantung dan Diabetes
Mixed Nuts, Camilan yang Tak Hanya Lezat Namun Juga Membuat Jantung Sehat!
Wajib Kamu Ketahui 5 Zona Detak jantung Saat Olah Raga Agar Sehat dan Aman
Apa Itu Detak Jantung Zona Aerobik? Kenapa Sering Sekali Direkomendasikan Saat Olah Raga?
Rekomendasi 9 Sport Watch Untuk Tahun 2025 bagi Kamu yang Aktif Olah Raga. Cek Pros-Cons dan Harganya!
3 Alasan Mengapa Stretching Sesudah Olah Raga Sama Pentingnya dengan Sebelum