Tagar ini digunakan oleh sebagian kelompok, terutama dari kalangan konservatif, nasionalis kulit putih, dan kelompok supremasi kulit putih, dengan dalih "semua nyawa penting" atau "semua ras juga harus dibela".
Intinya, tagar #WhiteLivesMatter ini muncul untuk mendiskreditkan gerakan #BlackLivesMatter dan mengalihkan isu rasisme. Inilah yang dilawan oleg fandom BTS, ARMY.
ARMY meluncurkan serangan digital terhadap tagar #WhiteLivesMatter dengan membanjiri tagar tersebut dengan GIF konser BTS, Fan-cams (cuplikan fancam K-pop), meme-meme lucu
Akibatnya, konten rasis tertutup oleh spam positif BTS. Dan ini membuat tagar tersebut menjadi tidak lagi efektif sebagai alat propaganda rasisme.
Baca Juga: Suga BTS Donasikan Rp59 Miliar untuk Membangun Fasilitas Autisme di Severe Hospital
Selain itu, BTS dan ARMY menyumbang dengan angka yang sangat besar yaitu lebih dari 2 juta USD untuk gerakan BLM.
Ini menunjukkan bahwa kekuatan fandom tidak bisa dianggap enteng. Dan kamu bisa memanfaatkan kekuatan ini untuk memperkuat komunikasi produk ke publik dengan membuat isu yang viral, engagement yang lebih panjang, hingga meng-generate merchandise dan spin-off market. ***
Artikel Terkait
Ketika Lightstick Mempertemukan Fandom Kpop di Festivibes Now Boarding Jakarta Final Call
Kolaborasi Kopi Kenangan dengan Tahilalats dan One Piece, Rasa Lebih Fruity dan Segar
Jepang Kini Punya Vending Machine yang Isinya Kue Karakter Anime One Piece
Jadi Pembawa Obor Olimpiade, Jin BTS Berterima Kasih Pada ARMY : Saya Sangat Bersyukur
Gara-gara Sal Priadi Bocorkan Film RM BTS di Jogja-NETPAC Film Festival, Tiket JAFF Diburu Army!
Pemerintah Ancam Sanksi Tegas bagi Warga yang Nekat Kibarkan Bendera One Piece di Momen Kemerdekaan