Kekuatan Fandom Tak Hanya Berpengaruh Pada Budaya Populer Namun Juga Sosial-Politik. Ini Contohnya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:05 WIB
kekuatan fandom sangat besar dan berpengaruh pada kehdiupan sosial-poliyik-budaya. (Google Gemini)
kekuatan fandom sangat besar dan berpengaruh pada kehdiupan sosial-poliyik-budaya. (Google Gemini)

Tagar ini digunakan oleh sebagian kelompok, terutama dari kalangan konservatif, nasionalis kulit putih, dan kelompok supremasi kulit putih, dengan dalih "semua nyawa penting" atau "semua ras juga harus dibela".

Intinya, tagar #WhiteLivesMatter ini muncul untuk mendiskreditkan gerakan #BlackLivesMatter dan mengalihkan isu rasisme. Inilah yang dilawan oleg fandom BTS, ARMY.

ARMY meluncurkan serangan digital terhadap tagar #WhiteLivesMatter dengan membanjiri tagar tersebut dengan GIF konser BTS, Fan-cams (cuplikan fancam K-pop), meme-meme lucu

Akibatnya, konten rasis tertutup oleh spam positif BTS. Dan ini membuat tagar tersebut menjadi tidak lagi efektif sebagai alat propaganda rasisme.

Baca Juga: Suga BTS Donasikan Rp59 Miliar untuk Membangun Fasilitas Autisme di Severe Hospital

Selain itu, BTS dan ARMY menyumbang dengan angka yang sangat besar yaitu lebih dari 2 juta USD untuk gerakan BLM.

Ini menunjukkan bahwa kekuatan fandom tidak bisa dianggap enteng. Dan kamu bisa memanfaatkan kekuatan ini untuk memperkuat komunikasi produk ke publik dengan membuat isu yang viral, engagement yang lebih panjang, hingga meng-generate merchandise dan spin-off market. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: aljzeera.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X