Kekuatan Fandom Tak Hanya Berpengaruh Pada Budaya Populer Namun Juga Sosial-Politik. Ini Contohnya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:05 WIB
kekuatan fandom sangat besar dan berpengaruh pada kehdiupan sosial-poliyik-budaya. (Google Gemini)
kekuatan fandom sangat besar dan berpengaruh pada kehdiupan sosial-poliyik-budaya. (Google Gemini)

Pejuangkantoran.comFandom adalah kekuatan publik yang tidak boleh diremehkan. Fandom adalah komunitas orang-orang yang memiliki minat dan kecintaan mendalam terhadap suatu karya, seperti film, musik, selebritas, buku, game, atau franchise tertentu.

Kata “fandom” berasal dari gabungan kata fan (penggemar) dan akhiran -dom (yang menunjukkan wilayah atau domain), jadi secara harfiah berarti “dunia penggemar”.

Menurut seorang pakar media dan budaya popular Henry Jenkis, fandom adalah bentuk keterlibatan budaya yang aktif, di mana penggemar tidak hanya mengonsumsi media, tetapi juga menciptakan, mendiskusikan, dan membentuk makna bersama dalam komunitas."

Jadi fandom itu tak hanya sekadar penggemar biasa yang sekadar menonton atau menyukai suatu konten tanpa keterlibatan lebih. Fandom itu terlibat secara emosional, sosial, dan bahkan kreatif dalam mendukung dan membangun komunitas seputar konten tersebut.

Ciri-ciri fandom:

  1. Keterlibatan Aktif: Membuat fan-art, fan-fiction, edit video, meme, analisis teori, dan sebagainya.
  2. Komunitas Sosial: Berkumpul secara online (forum, Discord, Reddit, TikTok) atau offline (konser, event, fan-meet).
  3. Bahasa & Simbol Khusus: Mengembangkan jargon atau istilah khas (misalnya: “Army” untuk BTS, “Trekkies” untuk Star Trek).
  4. Dukungan Emosional: Fandom sering menjadi sumber identitas, koneksi sosial, dan solidaritas emosional.
  5. Mobilisasi Kolektif: Komunitas fandom bisa menggalang kekuatan massa untuk trendingkan topik, boikot, atau crowdfunding.

Contoh fandom yang sudah dikenal, misal ARMY untuk fandom BTS, Nakama atau Mugiawara fans untuk fandom One Piece, Potterheads untuk fandom Harry Potter, dan sebagainya.

Baca Juga: Di Balik Bendera Bajak Laut Topi Jerami atau Straw Hat Pirate, ada Sukses Besar One Piece Yang Mendunia!

Kekuatan Fandom

Kekuatan fandom ini tak hanya akan menguntungkan konten/objek yang disukainya, namun juga bisa berdampak ke hal-hal lain di luar budaya pop itu sendiri.

Kekuatan fandom yang memengaruhi budaya pop itu sendiri misal kasus desain dan karakter dari Sonic The Hedgehog (tahun 2019) yang diubah karena ada protes dari fans. BTS merilis varian album dan photobook berdasarkan masukan dari komunitas ARMY.

Sementara kekuatan fandom yang bisa memengaruhi hal-hal di luar konten atau budaya pop itu sendiri misal, Black Lives Matter (BLM).

BLM  adalah sebuah gerakan sosial dan politik yang muncul untuk melawan rasisme sistemik dan kekerasan terhadap orang kulit hitam, khususnya di Amerika Serikat, tetapi kemudian menyebar secara global.

Seperti yang disebutkan di Aljazeera.com (1/72020), berbekal klip K-pop, ARMY telah menyebarkan permintaan pengawasan polisi di Twitter, kartu ulang tahun untuk Presiden Trump, dan mengambil alih tagar rasis seperti #WhiteLivesMatter dan #itsokaytoberacist.

Tagar #WhiteLivesMatter muncul muncul sebagai reaksi dan penolakan terhadap gerakan #BlackLivesMatter (BLM) di Amerika Serikat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: aljzeera.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X