Matcha Makin Digemari oleh Gen Z dan Millenial. Bakal Menggantikan Posisi Kopi? Simak Perbandingannya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 3 September 2025 | 12:07 WIB
Matcha makin digemari, bakal menggantikan posisi kopi? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Matcha makin digemari, bakal menggantikan posisi kopi? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Setelah kopi, sepertiya matcha akan menjadi primadona menu minuman kekinian, terutama di kalangan Millenial dan Gen Z. Ini terekam dalam data yang dikumpulkan oleh web site linkumkm.id.

Dalam artikel di web site ini yang dimuat pada 11 Agustus 2025, ditunjukkan bahwa tren matcha mulai terlihat meningkat di tahun 2022 dengan naiknya kata kunci “matcha” hingga 30%.

Pada tahun 2023, restoran dan kafe yang menyediakan menu matcha meningkat hingga 45%. Dan pada tahun 2024, media sosial dipenuhi dengan konten viral aneka resep dan review produk matcha.

Matcha adalah bubuk teh hijau halus dari Jepang yang dibuat dengan cara menggiling daun teh hijau tencha (daun teh khusus yang ditanam di tempat teduh) hingga menjadi bubuk sangat lembut.

Berbeda dari teh hijau biasa yang diseduh lalu airnya diminum, matcha dikonsumsi dengan meminum seluruh bubuk teh yang terlarut dalam air, sehingga kandungan nutrisinya lebih tinggi.

Beberapa ciri khas matcha:

  • Warna: hijau cerah pekat.
  • Rasa: umami (gurih ringan), sedikit pahit, dan agak manis alami.
  • Kandungan: kaya antioksidan (katekin, terutama EGCG), L-theanine (asam amino yang memberi efek tenang), serta kafein.
  • Manfaat: dipercaya meningkatkan konsentrasi, memberi energi stabil tanpa “crash” seperti kopi, dan mendukung kesehatan jantung serta metabolisme.

Matcha biasanya digunakan dalam upacara minum teh Jepang, tapi sekarang juga populer dalam bentuk latte, smoothie, kue, hingga es krim.

 Baca Juga: Teh Matcha, Menu Kekinian di Kedai Kopi, Ternyata Bisa Membantu Melawan Depresi

Matcha vs Teh Hijau

Bagi yang awam, masih banyak mengira matcha adalah sama dengan teh hijau. Padahal, meskipun sama-sama dari daun teh, ada proses-proses yang berbeda mulai dari cara menanam, proses pengolahan, cara penyajian, hingga rasa dan kandungan gizi.

Berikut penjelasannya:

  1. Cara Menanam
  • Teh hijau biasa: ditanam di bawah sinar matahari langsung.
  • Matcha: daun teh (tencha) ditanam di tempat teduh beberapa minggu sebelum dipanen, supaya kandungan klorofil meningkat (warna lebih hijau) dan kadar L-theanine lebih tinggi.
  1. Proses Pengolahan
  • Teh hijau biasa: daun dipetik, dikukus, dikeringkan, lalu diseduh dengan air panas.
  • Matcha: daun dikukus, dikeringkan, dibuang tulang daun dan uratnya, lalu digiling sangat halus menjadi bubuk.
  1. Cara Penyajian
  • Teh hijau biasa: hanya air hasil seduhan daun teh yang diminum, ampasnya dibuang.
  • Matcha: bubuk matcha dilarutkan, sehingga seluruh daun teh (dalam bentuk bubuk) ikut diminum.

Baca Juga: Jangan Sembarangan Minum Kopi Untuk Produktivitas Kerja. Berikut Alasan dan Batasannya!

  1. Rasa
  • Teh hijau biasa: lebih ringan, agak sepat dengan rasa segar.
  • Matcha: lebih pekat, creamy, dengan rasa umami khas.
  1. Kandungan Gizi
  • Teh hijau biasa: mengandung antioksidan, kafein, dan nutrisi, tetapi jumlahnya lebih sedikit karena ampas daunnya tidak ikut diminum.
  • Matcha: lebih kaya antioksidan (terutama katekin EGCG), L-theanine, dan kafein karena seluruh daun teh dikonsumsi.

Jadi, bisa dibilang matcha adalah bentuk “super concentrated” dari teh hijau karena kamu meminum seluruh daun teh dalam bentuk bubuk, bukan sekadar air seduhannya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, linkumkm.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X