Pejuangkantoran.com – Matcha makin banyak disukai dan menjadi salah satu menu minuman favorit yang dipilih konsumen.
Aneka menu modifikasi matcha banyak kamu temui di kedai-kedai kopi sebagai non-coffee menu. Misal, sajian klasik matcha latte yang memadukan bubuk matcha dengan susu segar.
Lalu ada matcha espresso yang memadukan espresso single shot dengan matcha latte, hingga aneka macam buah atau kacang-kacangan seperti pistachio yang dipadukan dengan matcha latte.
Namun, matcha yang banyak disajikan di kedai-kedai itu ternyata berbeda dari matcha yang bisa dipakai untuk seremoni seperti upacara minum teh.
Ada dua macam matcha yang wajib kamu ketahui. Pertama, matcha ceremonial grade yang bisa digunakan untuk acara seremonial resmi seperti minum teh.
Kedua, matcha culinary grade yang banyak digunakan untuk bahan dasar menu-menu sajian di kedai-kedai kopi atau kafe dan restoran.
Apa saja perbedaan keduanya, berikut ini penjelasannya:
Ciri-ciri Matcha Ceremonial Grade
- Bahan Dasar
- Dibuat dari daun teh paling muda (pucuk teratas) dari tanaman teh (Camellia sinensis).
- Daun ditanam di tempat teduh beberapa minggu sebelum panen untuk meningkatkan klorofil & L-theanine.
- Warna
- Hijau cerah terang, mendekati hijau neon.
- Warna hijau cerah-terang ini tanda bahwa matcha tersebut kaya klorofil dan dipetik dari daun berkualitas tinggi.
- Tekstur
- Sangat halus, seperti bedak.
- Tidak menggumpal jika disaring.
- Rasa
- Lembut, kaya umami (gurih ringan).
- Sedikit manis alami, minim pahit.
- Aftertaste bersih dan segar.
- Aroma
- Rumput segar, laut, atau sedikit creamy.
- Tidak ada bau gosong atau kusam.
- Penyajian
- Disajikan dengan cara tradisional: bubuk matcha diayak, dicampur air panas (suhu 70–80°C), lalu dikocok dengan chasen (bambu whisk).
- Tidak ditambahkan susu atau gula (karena rasa dasarnya sudah halus).
- Harga
- Lebih mahal dibanding premium atau culinary grade, karena daun pilihan dan prosesnya lebih teliti, sekitar Rp490an ribu - Rp650an ribu per ons (menurut unbottleyourtea.com).
Intinya ceremonial grade matcha adalah matcha yang paling murni dan berkualitas, dengan warna hijau cerah, tekstur sangat halus, rasa umami lembut, dan dipakai untuk diminum langsung tanpa campuran.
Ciri-ciri Matcha Culinary Grade
- Bahan Dasar
- Terbuat dari daun teh yang lebih tua (bukan pucuk muda).
- Kandungan klorofil dan L-theanine lebih rendah dibanding ceremonial grade.
- Warna
- Hijau agak gelap atau kusam (kadang mendekati hijau kecokelatan).
- Tidak secerah ceremonial grade.
- Tekstur
- Halus, tapi biasanya tidak selembut yang ceremonial grade.
- Bisa terasa sedikit lebih kasar.
- Rasa
- Lebih kuat, pahit, dan astringent (sepat).
- Kurang umami dan kurang manis alami.
- Rasa “teh” tetap terasa meski dicampur bahan lain (susu, gula, tepung).
- Aroma
- Lebih sederhana, kadang lebih mirip “tanah” atau rumput kering.
- Penyajian
- Dipakai dalam resep (kue, puding, es krim, smoothie).
- Cocok juga untuk matcha latte manis.
- Jarang diminum murni, karena rasa bisa terlalu pahit.
- Harga
- Lebih murah dibanding ceremonial atau premium grade, sekitar Rp160an ribu - Rp400an ribu per ons (menurut unbottleyourtea.com)
Intinya, culinary grade matcha adalah matcha untuk memasak dan campuran minuman. Rasanya lebih kuat dan pahit, warnanya lebih gelap, dan harganya lebih terjangkau.
Nsh, sekarang jadi paham mana matcha yang sebaiknya diminum tanpa campuran dan mana yang lebih enak jika dicampur dengan aneka bahan minuman lainnya. ***
Artikel Terkait
Teh Matcha, Menu Kekinian di Kedai Kopi, Ternyata Bisa Membantu Melawan Depresi
5 Teknik Mindfulness ala Korea untuk Menenangkan Pikiran, Salah Satunya melalui Upacara Minum Teh
Jangan Sembarangan Minum Kopi Untuk Produktivitas Kerja. Berikut Alasan dan Batasannya!
Mana Lebih Baik Minum Kopi atau Teh di Pagi Hari? Ini Saran dari Ahli Diet!
Manfaat Minum Teh Setiap Hari, Tak Hanya Menenangkan tapi Baik untuk Kesehatan
Aman Nggak Sih, Minum 2-3 Cangkir Kopi Sehari? Jawabannya Ternyata Tidak Sesederhana Itu