PejuangKantoran.com - Bertepatan dengan momentum 17 tahun wafatnya aktris yang dikenal sebagai Ratu Horor, Suzzanna, Soraya Intercine Film merilis trailer first look film Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa.
Film ini merupakan remake dari film Suzzanna Santet yang dirilis pada tahun 1988, dan merupakan film Suzzanna ketiga yang diperankan oleh Luna Maya.
Film pertama dan keduanya adalah Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur (2018) dan Suzzanna: Malam Jumat Kliwon (2023).
Baca Juga: Baru Memulai Usaha atau Bisnis? Manfaatkan Googel Sheets untuk Melacak Jam Kerja
Trailer Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa langsung menarik perhatian warganet dengan reaksi yang cukup beragam. Namun, umumnya mereka masih membanding-bandingkan Luna Maya dengan (alm) Suzzanna.
“Banyak netizen komen, ‘Oh, masih kelihatan Luna Maya-nya'. Sebenarnya kalau kita memilih berperan di film seperti ini, dengan IP besar, tujuannya adalah membuat IP ini tetap hidup.
“Karena, yang kita lanjutkan adalah legacy dari Suzzanna itu sendiri. Bahwa Suzzanna itu sudah menjadi IP dan ikon yang ingin kita lanjutkan!” ujar Luna Maya, saat tampil di event Indo Comic Con, Jakarta Convention Centre, Rabu (15/10/2025).
Sebagai aktris, Luna berharap tidak ada perbandingan-perbandingan seperti itu lagi, karena setiap pemain tentu mempunyai warna dan interpretasi sendiri dalam berakting.
“Jadi ketika aku ataupun siapapun yang akan menjadi pemain berikutnya, itu bukan lomba-lomba mirip-miripan. Bukan lomba harus sama seperti Bunda Suzzanna.
“Siapapun yang akan memainkannya, tidak akan pernah menggantikan. Aku bukan Suzzanna! Suzzanna adalah Suzzanna. Dua individu yang berbeda!” tegasnya.
Baca Juga: Influencer Prancis Jadi Salah Satu Tersangka Pencurian Siang Bolong di Museum Louvre, Paris
Luna, yang di film ini akan memerankan Katemi, akan beradu akting dengan Reza Rahadian dan Djenar Maesa Ayu. Tujuan utama pembuatan ulang film ini dengan pemain yang lebih baru adalah memperkenalkan legacy yang sudah dibangun Suzzanna.
“Yang ingin kita lanjutkan adalah bagaimana legacy yang sudah diciptakan Bunda Suzzanna diteruskan oleh generasi berikutnya, termasuk penonton generasi yang lebih muda untuk kenal dengan tokoh ikonik Suzzanna. That’s our goal!”
Ia pun mengambil perumpamaan seperti film-film superhero yang tidak lekang oleh waktu dan karya-karya remake-nya bisa terus diterima penonton.
“Ini sama saja ibaratnya seperti kita menonton film Superman. Superman yang satu dengan yang baru itu nggak sama. Pemainnya adalah orang yang berbeda, yang bisa menciptakan satu roh yang baru sehingga generasi yang baru bisa tetap menikmatinya!” tambahnya.
Artikel Terkait
Penggunaan Kamera Lensa Lebar yang Jadi Tantangan buat Kru dan Pemain Film Dopamin
Kualifikasi, Tugas, dan Gaji Operator Street View Trekker untuk Google Maps
Mengenal Desa Pemuteran yang Masuk Daftar 52 Desa Wisata Terbaik 2025 oleh UN Tourism
Antasari Azhar Meninggal Dunia, Mantan Ketua KPK Wafat di Usia 72 Tahun
Maudy Ayunda Ungkap Olahraga Favorit yang Jadi Rahasia Energi dan Semangatnya
Kerja Itu Lebih Cerdas, Bukan Lebih Lama. Ini Cara Membuat Rencana Produktivitas Pribadi!
Kesalahan Terbesar Museum Louvre yang Baru Dibobol Maling: Password-nya Gampang Ditebak!