PejuangKantoran.com - Selama ini, kita mengenal Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia.
Tahun 2016, Penglipuran menyabet penghargaan sebagai satu dari tiga desa terbersih di dunia versi Green Destinations Foundation (setelah Desa Mawlynnong di India dan Giethoorn di Belanda).
Kemudian, tahun 2023 Desa Penglipuran masuk daftar 54 Best Tourism Villages yang dipilih oleh PBB melalui UN World Tourism Organisation (kini disebut UN Tourism). Saat itu, Penglipuran mengungguli 260 kandidat dari 60 negara yang terdaftar.
Baca Juga: Penggunaan Kamera Lensa Lebar yang Jadi Tantangan buat Kru dan Pemain Film Dopamin
Tahun ini, ada desa wisata lain dari Bali yang masuk daftar 52 Best Tourism Villages dari UN Tourism, yaitu Desa Pemuteran. Penghargaan ini diserahkan secara bersamaan kepada desa wisata terbaik dunia lainnya di Huzhou, Tiongkok, Jumat (17/10/2025).
Perlu kamu ketahui, program Best Tourism Villages bukan sekadar penghargaan biasa. Tujuannya adalah mengapresiasi desa-desa kecil yang berhasil menyeimbangkan antara pariwisata, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
Desa-desa ini bukan hanya cantik secara alam, tapi juga punya nilai sosial yang kuat. Masyarakatnya aktif menjaga warisan tradisi sambil membuka diri pada wisata yang bertanggung jawab.
Nah, dari 270 desa yang diajukan oleh 65 negara anggota dari Asia, Eropa, Afrika, Amerika, dan Timur Tengah, Desa Pemuteran terpilih karena dianggap mampu memberikan contoh nyata pariwisata yang berorientasi pada masyarakat.
Prinsip pariwisata berkelanjutan
Desa Pemuteran dikenal sebagai desa pesisir di Kabupaten Buleleng, Bali. Desa ini dikenal dengan pariwisatanya yang berfokus pada pelestarian laut dan pemberdayaan masyarakat lokal, terutama lewat konservasi terumbu karang dan kegiatan eco-tourism.
Baca Juga: Lulusan Kesehatan Masyarakat Bisa Melamar Lowongan Product Specialist di Johnson & Johnson MedTech
Keindahan alamnya, kekayaan budayanya, serta komitmennya yang tinggi terhadap prinsip pariwisata berkelanjutan, membuat Pemuteran berhasil memikat para wisatawan.
Desa ini mengandalkan program-program berbasis komunitas, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan LSM untuk menciptakan keseimbangan harmonis antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan.
Nggak heran, sejumlah penghargaan berhasil diraih Desa Wisata Pemuteran. Sebelumnya, desa ini juga merebut penghargaan ASEAN Tourism Standard kategori Community-Based Tourism (CBT) pada 2023–2025.
Kalau kamu hanya mengenal Desa Penglipuran dan Desa Pemuteran, jangan kaget karena ternyata masih ada tiga desa wisata lain di Bali yang juga pernah masuk daftar Best Tourism Villages.
Artikel Terkait
Wali Kota Muslim Pertama New York Zohran Mamdani Punya Latar Belakang Keluarga yang Elit
Konsep Kerja Menurut Chief Evangelist Canva ini Bisa Menjadi Fondasi Budaya Kerja yang Ideal Saat Ini
Misteri Suara Gamelan yang Cuma Bisa Didengar Cinta Brian Tiap Pagi saat Syuting Film 'Kuncen'
Window-Sitting Tidak Selalu Berarti Negatif. Bisa Bermanfaat Positif Jika Mengikuti 7 Panduan Berikut Ini
Lakukan 5 Cek Ini di Hotel Agar Staycation Kamu Aman dan Privasi Terjaga
3 Cara yang Bisa Kamu Terapkan dalam Melakukan Kolaborasi yang Efektif di Tempat Kerja
Kualifikasi, Tugas, dan Gaji Operator Street View Trekker untuk Google Maps