Ihhh, Koper Ternyata Jadi Salah Satu Barang Paling Kotor Dibanding Toilet

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 15 November 2025 | 13:15 WIB
Tak perlu mengganti koper warna gelapmu, cukup beri tanda yang unik dan menyolok sehingga mudah diidentifikasi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Tak perlu mengganti koper warna gelapmu, cukup beri tanda yang unik dan menyolok sehingga mudah diidentifikasi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Saat berlibur atau bepergian, koper menjadi salah satu barang yang paling kamu sering dibawa ke mana-mana. Namun, tanpa disadari koper juga dapat menjadi sarang kuman.

Bukan hanya karena sering diletakkan di sembarang tempat, tetapi juga karena jarang dibersihkan setelah dipakai. Berdasarkan penelitian dari Insure and Go, koper dapat membawa banyak “penumpang tak diundang” seperti bakteri berbahaya dan jamur hitam.

Sayangnya, sekitar 38% orang masih sering menaruh koper di tempat tidur atau meja saat berkemas, tanpa sadar sedang menyebarkan kuman ke seluruh ruangan.

Baca Juga: Microshifting, Cara Kerja Fleksibel yang Membantu Karyawan Bekerja di Waktu Terbaik Mereka

Kotoran yang tersembunyi di koper

Koper yang kamu bawa kemana-mana ternyata tempat berkumpulnya banyak kuman tanpa kamu sadari. Dari rumah, jalanan, terminal, sampai bandara, koper terus bergesekan dengan berbagai permukaan yang tidak selalu bersih.

Saat akhirnya kamu taruh di kamar hotel, semua kotoran yang ikut terbawa bisa menyebar ke tempat lain. Ini karena beberapa penelitian menemukan bahwa roda koper bisa mengandung bakteri puluhan kali lebih banyak dibanding dudukan toilet umum.

Jenis bakteri yang sering ditemukan antara lain E. coli, staphylococcus, dan jamur hitam. Semua itu dapat menempel dari lantai bandara, jalan, atau bahkan lantai kamar hotel.

Menurut mikrobiolog Amy-May Pointer, selain roda koper yang menjadi bagian paling kotor karena selalu bersentuhan langsung dengan banyak permukaan, bagian dasar koper juga perlu diperhatikan karena sering diletakkan di lantai yang kotor.

Koper berbahan lembut juga lebih mudah menyerap debu, kotoran, dan bakteri dibanding koper berbahan keras. Jika kamu jarang membersihkan koper setelah dipakai, kuman bisa menumpuk tanpa terlihat.

Jangan tertipu dengan koper yang terlihat bersih dari luar karena belum tentu benar-benar bebas dari kuman setelah melewati banyak tempat selama perjalanan.

Baca Juga: 2 Hal yang Harus Kamu Pertimbangkan sebelum Memutuskan Resign dan Buka Usaha Sendiri

Cara mengurangi kuman di koper

Beberapa langkah sederhana ini bisa membantu menjaga koper tetap higienis dan aman digunakan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Real Simple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X