Microshifting, Cara Kerja Fleksibel yang Membantu Karyawan Bekerja di Waktu Terbaik Mereka

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 14 November 2025 | 17:44 WIB
Ilustrasi: Microshifting memberi kesempatan buat setiap orang untuk bekerja di waktu terbaik mereka, bukan sekadar mengikuti jam kerja konvensional. (Freepik/Seniv Petro)
Ilustrasi: Microshifting memberi kesempatan buat setiap orang untuk bekerja di waktu terbaik mereka, bukan sekadar mengikuti jam kerja konvensional. (Freepik/Seniv Petro)

PejuangKantoran.com - Banyak orang menganggap kerja fleksibel hanyalah istilah populer di dunia kerja modern, padahal artinya lebih dari itu.

Kerja fleksibel berarti kamu bisa menyesuaikan jam kerja sesuai kebutuhan, seperti keluar sebentar untuk urusan pribadi, tetapi tetap bisa menyelesaikan tanggung jawab kerja.

Tidak heran kalau sekarang semakin banyak orang ingin bekerja secara fleksibel. Di tengah gaya hidup yang cepat dan padat, orang ingin punya kendali lebih atas waktu mereka.

Baca Juga: Punya Fan Base yang Kuat, Pertaruhan The Series 3 Hadirkan Banyak Pemain dan Martial Arts yang Baru

Salah satu tren yang mulai banyak diikuti berkaitan dengan kerja fleksibel adalah microshifting.

Apa itu microshifting?

Microshifting adalah cara kerja yang semakin populer, terutama di kalangan anak muda, orang tua, dan mereka yang punya tanggung jawab merawat keluarga.

Secara sederhana, microshifting berarti bekerja dalam blok-blok waktu singkat yang disesuaikan dengan ritme produktivitas. Misalnya, kamu kerja beberapa jam di pagi hari, lalu istirahat untuk urusan lain, dan lanjut kerja lagi di sore hari.

Biasanya cara kerja ini banyak dipakai di bidang ritel, perhotelan, atau pekerjaan kantoran yang mengizinkan jam kerja fleksibel. Pola ini memberi kesempatan buat setiap orang untuk bekerja di waktu terbaik mereka, bukan sekadar mengikuti jam kerja konvensional.

Manfaat dari microshifting

Baca Juga: Bekerja Remote Bukan Berarti Bebas Aturan, Ini 4 Aturan UU yang Wajib Dipahami Perusahaan

Tempat kerja sekarang jauh lebih fleksibel dibanding dulu. Banyak orang mencari pekerjaan yang memberi kebebasan dalam waktu kerja, entah dengan sistem hybrid atau jam kerja yang dapat diatur sendiri.

Dengan microshifting, karyawan bisa lebih mudah menyeimbangkan tanggung jawab pribadi dan pekerjaan. Misalnya, kamu bisa mengurus keluarga di siang hari, lalu kembali fokus bekerja di malam hari tanpa mengorbankan produktivitas.

Bagi orang tua atau pengasuh, cara ini dapat menjadi solusi besar. Selain membantu menjaga keseimbangan hidup, microshifting juga bisa mengurangi stres dan membuat orang lebih fokus di setiap sesi kerja.

Jika memungkinkan, membicarakan opsi ini dengan atasan juga membantu menemukan waktu terbaik untuk bekerja yang lebih cocok dan saling menguntungkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: stylist.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X