Pejuangkantoran.com – Ramadhan sudah di depan mata. Mulai tanggal 18 Februari 2026, seluruh muslim di dunia akan mulai menjalankan kewajiban puasa Ramadhan bagi yang mampu menjalankannya.
Datangnya bulan suci ini disambut dengan meriah di seluruh penjuru dunia dengan berbagai tradisi khas masing-masing wilayah. Sebagian tradisi di bulan Ramadhan ini masih djalankan hingga saat ini.
Salah satu tradisi menyambut bulan suci Ramadhan yang terlihat meriah adalah Fanous di Mesir.
Fanous dalam bahasa Arab artinya adalah lentera atau lampu hias tradisional. Lentera ini terbuat dari kerangka timah lempengan metal tipis, kaca warna-warni, memiliki pola geometris atau kaligrafi, dan menggunakan lilin atau lampu led di dalamnya.
Menjelang Ramadhan hingga selama Ramadhan dan Idul Fitri, lentera ini banyak dibawa anak-anak sambil bernyanyi di jalan serta menjadi dekorasi yang banyak dijumpai di rumah-rumah di wilayah Mesir.
Baca Juga: Saat Berpuasa Ramadhan Jaga Latihan Larimu dengan Strategi Berikut Ini!
Tradisi yang memberikan simbol cahaya, harapan, dan kegembiraan ini diyakini berawal dari Mesir di masa Dinasti Fatimiyah.
Menurut cerita yang disampaikan secara turun menurun, tradisi ini berawal ketika khalifah Fatimiyah Al-Mu‘izz li-Din Allah memasuki kota Kairo di malam hari pada bulan Ramadan. Ia adalah adalah khalifah keempat dinasti Fatimiyah yang (berkuasa 953–975 M), yang membawa dinasti Syiah Ismailiyah ini mencapai puncak kejayaan
Penduduk keluar dengan lantern warna-warni untuk menerangi jalannya dan menyambut kedatangan sang khalifah. Sejak itu, fanous terus dipakai sepanjang Ramadan setiap tahunnya dan menjadi simbol kegembiraan.
Namun ada juga kisah yang menceritakan bahwa fanous atau lentera ini dipasang di jalan-jalan sepanjang malam Ramadhan atas perintah khalifah. Selain itu ada juga kisah yang menyebutkan bahwa fanous ini dipakai ketika para Perempuan keluar rumah di malam hari agar terlihat oleh orang lain.
Baca Juga: Jangan Malas Gerak, Ini Manfaat Jalan Kaki Saat Puasa!
Industri Kerajinan Fanous Tradisional
Tradisi fanous ini tak hanya menghidupkan bulan Ramadhan menjadi lebih meriah di Mesir, namun juga tetap menghidupkan industri kerajinan fanous-nya sendiri. Meskipun industri kerajinan fanous di Mesir tetap ada, namun skalanya kecil secara ekonomi modern dan menghadapi tantangan serius saat ini.
Kerajinan fanous sebagian besar dibuat oleh bengkel-bengkel kecil di distrik tradisional seperti Al-Sayeda Zeinab dan Gamaleya di Kairo, yang memproduksi lentera secara manual sepanjang tahun untuk persiapan Ramadan, termasuk beberapa yang dipasarkan ke negara Arab lain.
Artikel Terkait
Daftar Buah yang Disarankan Dimakan Saat Sahur dan Buka Puasa Ramadhan Berikut Alasannya!
Ide Menu Olahan dari Buah-Buahan Untuk Sahur dan Buka Puasa Ramadhan yang Sehat
Terapkan Puasa dan Anger Management di tempat Kerja Maka Hasilnya Luar Biasa
Tiga Poin Penting Dalam Mencegah dan Mengurangi Bau Mulut Saat Menjalani Puasa Ramadhan
Penyebab Sakit Kepala Saat Kamu Menjalani Puasa Ramadhan dan Cara Mengatasinya