PejuangKantoran.com - Jepang memang selalu punya daya tarik yang luar biasa. Setelah pandemi berakhir, gelombang wisatawan yang berkunjung ke Negeri Matahari Terbit itu benar-benar mencapai puncaknya.
Tahun 2025 saja, jumlah turis asing di Jepang mencatat rekor hingga 42 juta orang. Tapi, di balik angka yang fantastis itu, muncul masalah overtourism.
Bagi penduduk lokal di kota-kota seperti Kyoto atau wilayah sekitar Gunung Fuji, fenomena ini bukan lagi sekadar statistik, tapi sudah mengganggu kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil atau Pakai Bus? Simak 13 Poin Penting Berikut Ini!
Pemicu overtourism di Jepang
Penyebab utama dari penumpukan massa ini sebenarnya adalah konsentrasi tujuan yang sangat sempit. Namun, masalah ini tidak terjadi merata di seluruh Jepang.
"Ini bukan fenomena nasional, melainkan sesuatu yang sangat terpusat di tempat-tempat tertentu saja," ungkap Hayato Nagai, profesor dari Ritsumeikan University.
Turis cenderung hanya berkumpul di jalur emas seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Dalam hal ini media sosial punya peran besar dalam menggiring orang ke titik-titik ikonik yang sama secara terus-menerus.
Di Kyoto, tata kota menjadi faktor penyulit. Menurut Takuya Horie dari Kyoto City Tourism Association, Kyoto sangat rentan karena tata kotanya yang berbasis perencanaan kota dari seribu tahun lalu.
Dengan jalanan yang sempit, zona residensial yang campur aduk, dan regulasi batas tinggi bangunan yang ketat, bikin sulit untuk menangani keramaian. Belum lagi bus yang selalu penuh sesak saat musim sakura atau daun musim gugur sementara subway seluas di Tokyo tidak tersedia.
Baca Juga: Tour Leader Kini Jadi Profesi Menjanjikan, Hobiholidays Buka Sekolah Pemandu Wisata Profesional
Intinya kota ini memang tidak dirancang untuk menampung jutaan orang sekaligus.
Dampaknya bagi sektor pariwisata
Dampak overtourism di Jepang terasa sangat nyata bagi warga lokal. Di Kyoto, bus kota yang seharusnya jadi alat transportasi warga ke kantor atau kampus, kini penuh sesak oleh turis dan koper-kopernya.
Bahkan, sempat ada laporan turis yang tidak sengaja masuk ke area pribadi warga.
Artikel Terkait
3 Pulau di Indonesia Ini Terpilih Jadi Pulau Terfavorit di Asia Pasifik!
5 Minuman Hangat Pengganti Kopi yang Aman Diminum Saat Flu
Penelitian: Mengeluh soal Atasan di Kantor Ternyata Bisa Baik untuk Kesehatan
Totalitas Sutradara Azhar Kinoi Lubis Menghidupkan Aura Suzzanna dalam Nuansa Film Kolosal
7 Alasan Mengapa Kamu Wajib Punya Keterampilan Persuasif yang Baik di Kantor
Perhatikan 7 Poin Penting Berikut Ini untuk Meningkatkan Keterampilan Persuasif Kamu!
Ungkapan Kehilangan Selebriti atas Kepergian Vidi Aldiano yang Meninggal di Usia 35 Tahun