PejuangKantoran.com - Dipercaya sebagai sutradara Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Azhar Kinoi Lubis mencoba menghidupkan memori masa kecil ketika ia menonton film-film Suzzanna.
Selain karakternya yang ia anggap sangat iconic, ia mengaku takjub betapa film-film Suzzanna digarap sebagai film kolosal serta menghadirkan ensemble pemain yang begitu banyak.
“Saat proyek ini jatuh ke tangan aku, satu PR terbesar adalah bagaimana mengembalikan aura yang sudah terbentuk di film-film lama Suzzanna yang aku tonton pas masih kecil. Soalnya, aku sudah sangat kagum dengan permainannya.
Baca Juga: Sudah Main di 3 Film Suzzanna, Ini yang Membingungkan Luna Maya Saat Memerani Suzzanna
"Actually, dia kayak tokoh wanita di mana karakternya sedang memberi pesan. Ada yang tentang pelecehan seksual, penindasan terhadap wanita. Selalu jadi korban tapi dia selalu bicara. Nah, aura itu yang ingin aku bangkitkan lagi.
"(Jadi) Bukan sekadar Suzzanna tokoh setan yang menyeramkan!” ucap Azhar Kinoi Lubis, saat ditemui di kantor Soraya Intercine Films, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Dari konsep film kolosal inilah, film tidak hanya menjadi horor yang menakut-nakuti penonton, tapi dimasukkan bumbu-bumbu lain seperti action, drama, dan juga komedi.
“Kalau dibilang ini film action, ya itu bumbu entertain-nya saja, dan itu terjadi karena peristiwa di ceritanya. Bagaimana ada sebuah pelarian dari seorang karakter, dia dikejar, lalu terjadi ledakan. Ini sebuah bumbu dari peristiwa yang terjadi!” sambungnya.
Alih-alih mengandalkan CGI atau blue screen, treatment Kinoi dalam membuat film kolosal adalah syuting dilakukan secara nyata (praktikal). Mulai dari set, kostum, hingga fisik, tim produksi benar-benar melakukan peledakan, membuat bola api, hingga menggunakan belut hidup.
Bahkan untuk set rumah karakter Gayatri yang diperankan oleh Djenar Maesa Ayu. Set itu benar-benar dibangun dari awal, termasuk efek-efek dari santet yang dibuat sendiri, tanpa mengandalkan CGI.
Begitu juga adegan Suzzanna dikejar motor trail, Kinoi harus melakukan riset mendalam mencari gaya-gaya mengendarai motor trail yang stylish agar adegan jadi lebih menghibur penonton.
Baca Juga: Reza Rahadian Akui Tak Bisa Mengelak Lagi ketika Tawaran Film Suzzanna Datang Ketiga Kalinya
“Kalau dulu kita bisa (buat film kolosal), kenapa sekarang tidak kita lakukan? Dulu kita punya Si Buta dari Gua Hantu, Saur Sepuh, sampai Nyi Roro Kidul!
"Jadi, permintaan saya (ke pihak produser) memang harus real! Contoh lagi, pas mobil masuk ke jurang, itu real shoot, tanpa blue screen! Ada beberapa kamera dengan stunt yang merosot ke jurang,” jelasnya.
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, yang dibintangi oleh Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Iwa K, Andy /RIF, Nai Djenar Maesa Ayu, siap tayang di bioskop 18 Maret 2026.
Artikel Terkait
Masih Dibanding-bandingkan dengan Suzzanna, Luna Maya Tegaskan: Ini Bukan Lomba Mirip-Miripan!
'Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa' Datangkan Tim Penata Rias dari Belgia dan Touch Up dengan CGI
Sukuk Ritel SR024 Mulai Ditawarkan Hari Ini (6 Maret 2026), Kuponnya Lebih Tinggi dari ORI029!
Belajar Emotional Marketing dari Punch dan Boneka Orangutan IKEA
Pasal 62 UU Ketenagakerjaan Digugat ke MK, Soroti Praktik “Dipaksa Resign” di Tempat Kerja
3 Pulau di Indonesia Ini Terpilih Jadi Pulau Terfavorit di Asia Pasifik!
5 Minuman Hangat Pengganti Kopi yang Aman Diminum Saat Flu
Penelitian: Mengeluh soal Atasan di Kantor Ternyata Bisa Baik untuk Kesehatan