Penelitian: Mengeluh soal Atasan di Kantor Ternyata Bisa Baik untuk Kesehatan

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 6 Maret 2026 | 20:25 WIB
Ilustrasi: Salah satu tanda rekan kerja ingin merusak reputasi kamu: menyebarkan gosip atau rumor negatif tentang diri kamu. (Freepik/Tirachardz)
Ilustrasi: Salah satu tanda rekan kerja ingin merusak reputasi kamu: menyebarkan gosip atau rumor negatif tentang diri kamu. (Freepik/Tirachardz)

PejuangKantoran.com - Bergosip atau mengeluh tentang atasan di tempat kerja sering dianggap sebagai perilaku negatif. Namun, sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa aktivitas ini dapat memiliki dampak psikologis yang positif bagi karyawan, terutama jika dilakukan dalam konteks berbagi pengalaman dengan rekan kerja yang dipercaya.

Para peneliti menemukan bahwa ketika karyawan meluapkan keluhan tentang manajemen atau situasi kerja yang membuat stres, otak dapat memprosesnya sebagai bentuk ikatan sosial (social bonding). Proses ini mirip dengan ketika seseorang berbagi pengalaman emosional dengan teman dekat.

Mengurangi Stres dan Kecemasan

Dalam konteks ini, mengungkapkan keluhan kepada rekan kerja dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan. Ketika seseorang merasa didengarkan dan dipahami oleh orang lain, tubuh cenderung merespons dengan menurunkan tekanan psikologis dan stres kronis.

Selain itu, percakapan semacam ini juga dapat membuat karyawan merasa tidak sendirian menghadapi tantangan di tempat kerja. Rasa kebersamaan tersebut memperkuat persepsi bahwa mereka “menghadapi situasi yang sama bersama-sama”, sehingga meningkatkan solidaritas dan dukungan antar rekan kerja.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Rute Transjakarta Ditambah dari Blok M ke Bandara Soetta untuk Urai Kemacetan

Memperkuat Hubungan Tim

Penelitian juga menunjukkan bahwa berbagi keluhan dalam batas wajar dapat meningkatkan kedekatan antar anggota tim. Percakapan informal semacam ini membantu membangun kepercayaan, empati, dan pemahaman yang lebih baik di antara rekan kerja.

Akibatnya, banyak karyawan melaporkan peningkatan rasa percaya diri, optimisme, serta kemampuan menghadapi tekanan kerja setelah berbagi pengalaman negatif dengan kolega yang mendukung.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa efek positif ini biasanya muncul ketika percakapan dilakukan secara sehat dan tidak berubah menjadi perilaku merusak, seperti menyebarkan rumor atau menciptakan konflik baru di lingkungan kerja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X