PejuangKantoran.com - Bergosip atau mengeluh tentang atasan di tempat kerja sering dianggap sebagai perilaku negatif. Namun, sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa aktivitas ini dapat memiliki dampak psikologis yang positif bagi karyawan, terutama jika dilakukan dalam konteks berbagi pengalaman dengan rekan kerja yang dipercaya.
Para peneliti menemukan bahwa ketika karyawan meluapkan keluhan tentang manajemen atau situasi kerja yang membuat stres, otak dapat memprosesnya sebagai bentuk ikatan sosial (social bonding). Proses ini mirip dengan ketika seseorang berbagi pengalaman emosional dengan teman dekat.
Mengurangi Stres dan Kecemasan
Dalam konteks ini, mengungkapkan keluhan kepada rekan kerja dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan. Ketika seseorang merasa didengarkan dan dipahami oleh orang lain, tubuh cenderung merespons dengan menurunkan tekanan psikologis dan stres kronis.
Selain itu, percakapan semacam ini juga dapat membuat karyawan merasa tidak sendirian menghadapi tantangan di tempat kerja. Rasa kebersamaan tersebut memperkuat persepsi bahwa mereka “menghadapi situasi yang sama bersama-sama”, sehingga meningkatkan solidaritas dan dukungan antar rekan kerja.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Rute Transjakarta Ditambah dari Blok M ke Bandara Soetta untuk Urai Kemacetan
Memperkuat Hubungan Tim
Penelitian juga menunjukkan bahwa berbagi keluhan dalam batas wajar dapat meningkatkan kedekatan antar anggota tim. Percakapan informal semacam ini membantu membangun kepercayaan, empati, dan pemahaman yang lebih baik di antara rekan kerja.
Akibatnya, banyak karyawan melaporkan peningkatan rasa percaya diri, optimisme, serta kemampuan menghadapi tekanan kerja setelah berbagi pengalaman negatif dengan kolega yang mendukung.
Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa efek positif ini biasanya muncul ketika percakapan dilakukan secara sehat dan tidak berubah menjadi perilaku merusak, seperti menyebarkan rumor atau menciptakan konflik baru di lingkungan kerja.
Artikel Terkait
Buat Karyawan Muda, Jadi Individual Contributor Lebih Prestise ketimbang Jadi Manajer
Bukan Kafe atau Co-Working Space, Ini Alternatif Tempat Kerja Favorit Para Digital Nomad Saat Traveling
Memahami Pentingnya Undangan atau Ajakan Klien dan Cara Profesional Menolaknya
Mengapa Kemampuan Beradaptasi Kini Lebih Diutamakan untuk Memimpin ketimbang Resiliensi?
5 Bentuk Feedback yang Paling Merusak Mental Karyawan, Kredibilitas Si Bos Bisa Dipertanyakan!
Bukan Karena Mens Rea, Ini Alasan Mengapa Orang Memberikan Feedback yang Merusak Mental
Cara Ngasih Kritik Pedas tanpa Menyakiti Anak Buah, Biar Kamu Nggak Dianggap Bos yang Toxic
57 Persen Gen Z Punya Side Hustle, Tanda Anak Muda Tak Lagi Andalkan Satu Pekerjaan
Fenomena 40 Profesi yang Dinyatakan Rawan PHK Massal: Waktu untuk Beralih Karier?
Belajar Emotional Marketing dari Punch dan Boneka Orangutan IKEA