PejuangKantoran.com - Untuk menyambut libur Lebaran, Soraya Intercine Films meluncurkan film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Film ini menghadirkan aktor Clift Sangra yang dikenal sebagai suami dari Suzzanna.
Pria yang melejit lewat film Sangkuriang (1982) ini mengaku perjalanannya untuk bergabung di projek ini bukanlah hal yang mudah. Saat pertama kali dihubungi Soraya Intercine Films, ia bertanya-tanya peran apa yang akan ia mainkan.
Ketika tahu akan berperan sebagai Bisman, Clift sempat ragu apakah ia bisa memerankan atau tidak. Tokoh Bisman dinilainya sudah sangat ikonik di film aslinya. Apalagi, Clift mengenal pemeran Bisman dalam film aslinya secara pribadi, sehingga membuat dirinya merasa tertekan.
Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Employee Assistance Program, Cek Apakah Ada di Kantormu!
“Perjalanan ini tidak mudah sama sekali. Awalnya saya dipanggil ke Jakarta, tapi tidak dikasih tahu untuk apa. Pokoknya disuruh datang ke kantor Soraya.
"Begitu sampai di kantor Soraya, tiba-tiba saya diserahkan script dan diinfokan ditunggu Pak Sunil (Soraya, Produser) untuk casting di lantai 3. Saya tanya balik, 'Casting untuk apa?'. '(Film) Santet yang baru'. 'Oh, ikut main?'. Tapi, dijawab belum tentu.
"Biarpun saya sudah main film berpuluh-puluh tapi kalau pak Sunil belum lihat akting saya, ya, bisa juga tidak jadi!” ucap Clift Sangra saat pemutaran perdana Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Sabtu (14/03/2026).
Mendapat instruksi seperti itu Clift pun langsung ke ruang casting dan menjalani screen test sebagai tokoh Bisman. Setelah casting, aktor kelahiran Cilacap, 25 Desember 1965 ini diminta lanjut untuk mengikuti workshop reading.
Lucunya, sampai workshop berjalan dua minggu, ia belum dikontrak resmi untuk memerankan Bisman.
“Jadi, selama saya latihan itu, saya sebenarnya belum ada kepastian apakah saya jadi atau tidak menjadi Bisman. Kontrak baru ada di minggu ketiga!” ujarnya sambil tertawa.
Baca Juga: Jarang Disosialisasikan, Padahal Employee Assistance Program Disediakan Gratis buat Karyawan
Tapi, yang pasti Clift bersyukur selama proses pendalaman karakter, ia diberi waktu sekitar satu bulan untuk latihan membaca naskah. Dengan waktu yang cukup panjang untuk latihan, ia merasa mendapat privilege.
“Padahal, maaf ya, kalau di film-film lain mungkin cuma 3 sampai 5 hari (reading), selesai!” tambahnya.
Saat mendalami karakter Bisman, Clift tidak hanya berlatih dialog secara intens. Ada tuntutan yang datang langsung dari permintaan sang produser untuk menaikkan berat badan.
“Waktu reading, Sunil melihat saya dan bertanya, 'Kok lu kurus?'. Hah, kayak gini kurus? 'Kamu kan berperan sebagai Bisman, jadi harus gemuk badannya'. Saya pun terpaksa menaikkan berat badan saya 20 kilo! Baru setelah syuting, turunkan berat lagi!” pungkasnya.
Artikel Terkait
'Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa' Datangkan Tim Penata Rias dari Belgia dan Touch Up dengan CGI
Reza Rahadian Akui Tak Bisa Mengelak Lagi ketika Tawaran Film Suzzanna Datang Ketiga Kalinya
Sudah Main di 3 Film Suzzanna, Ini yang Membingungkan Luna Maya Saat Memerani Suzzanna
Totalitas Sutradara Azhar Kinoi Lubis Menghidupkan Aura Suzzanna dalam Nuansa Film Kolosal
Cuma 53% Karyawan yang Memanfaatkan Fasilitas yang Disediakan di Kantor, Apa PR buat Perusahaan?
Jika Kontrak Kerja Karyawan PKWT Diperpanjang, THR Dihitung dari Awal Lagi atau Dilanjutkan?
Waspada! Kue Kering Lebaran Bisa Jadi "Musuh" Program Diet Kamu!