'Nobody Loves Kay', Kisah Gamer Muda yang Mengejar Mimpi Jadi Atlet e-Sport Profesional

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Selasa, 19 Mei 2026 | 16:40 WIB
Film  (IMDb)
Film (IMDb)

PejuangKantoran.com - Fenomena e-sport nggak cuma bikin olahraga ini resmi jadi cabang olahraga dalam ajang PON hingga olimpiade, tetapi juga menjadi tema film yang menarik.

Salah satunya dalam film Nobody Loves Kay, yang memotret perjuangan anak muda penggemar game yang mengejar mimpi menjadi atlet e-sport profesional.

Film yang diproduseri oleh Nick Musa ini terinspirasi dari perjuangan serta perjalanan karir atlet e-Sport ONIC asal Filipina, Kairi Ygnacio Rayosdelsol.

Tema yang ingin di-highlight adalah, bahwa memiliki dan mengejar mimpi yang berbeda itu valid. Tidak mudah mengejarnya, akan ada pengorbanan dan keraguan tetapi yang terpenting adalah bagaimana bisa tetap mengejar mimpi itu.

Baca Juga: Respect! Ade Rai Menolak Dibayar usai Syuting Film Garapan Baim Wong, 'Semua Akan Baik-Baik Saja'

Digarap sebagai drama coming-of-age, yang mengikuti proses pendewasaan karakter Kay (Bima Azriel), dari anak SMA yang suka game jadi kemudian berlaga di turnamen internasional Mobile Legends. Bagaimana Kay berkonflik dengan sahabat-sahabatnya karena ambisinya. 

“Ini tentang orang-orang dengan zero privilege yang mengejar mimpinya. Saat mengejar mimpi itu, kepada siapa kita akan berkonflik? Bisa berkonflik dengan keluarga, teman-teman dan sahabat,” ujar sutradara Bernardus Raka, saat konferensi pers di Senayan City XXI, Senin (11/5/2026).

Nobody Loves Kay juga merupakan film panjang pertama yang digarap oleh Raka, dari film pendeknya yang berjudul The Dream Chaser (2024). Dalam film versi panjang, ia mengangkat konflik dari sudut pandang lebih banyak pihak.

Dari pihak ibu, misalnya. Bagaimana Ingrid (Mian Tiara) dihadapkan dengan dilema antara sang anak dengan mimpi besar yang tidak dipahaminya, dan bagaimana dirinya sebagai ibu mencoba mendesain mimpi untuk anaknya.

Dilema semakin intens ketika Ingrid menyadari ternyata Kay sudah memiliki mimpinya sendiri.

Baca Juga: Belum Terima Skenario, Kiesha Alvaro Sudah Pendalaman Karakter Duluan untuk Film 'Tumbal Proyek'

Raka sendiri bersama produser Faisal Hibatullah sempat ikut mudik Natal ke Bataan, Filipina, bersama Kairi sebagai bagian dari riset. Saat itu Raka baru mengetahui bahwa Kairi sempat jadi pemulung demi bisa main games. Bahkan, harus berlatih games pakai handphone bekas yang harus terus didukung powerbank agar tidak mati.

“Banyak hal yang bisa kita kejar dari mimpi kita, yang dianggap aneh atau direspon skeptis, yang ternyata bisa jadi sesuatu. Baik Kairi dan Raka adalah anak muda yang memiliki kemiripan.

"Ketika ia menulis cerita, ia ngasih kabar ke kita kalau dia sempat menangis karena merasa personal things-nya kesentuh juga. Ini film bukan hanya tentang games tapi mimpi, persahabatan, dan menyuarakan visi generasi muda, prove them wrong!” seru Faisal.

Selain digarap oleh sutradara muda, film juga diperankan oleh aktor-aktor muda seperti Bima Azriel (sebagai Kay/Kairi), Rey Bong (Ido), Joshia Frederico (Aurelio), Aurora Ribero (Amanda), dan Bass Boi (Tomo).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X