PejuangKantoran.com - Film Tumbal Proyek terinspirasi dari mitos tumbal proyek pembuatan Jembatan Suramadu yang menghubungkan pulau Madura dan Jawa Timur. Mitos yang beredar adalah adanya ritual yang meminta nyawa sebagai syarat kelancaran pembuatan proyek.
Skenario film ini ditulis oleh Jero Point, Sandika Gusti, dan Shinta Puji. Tidak hanya menulis skenario, Jero Point juga bertindak sebagai sutradara.
Cerita bermula dari kecurigaan Yuda (Kiesha Alvaro) akan kematian misterius sang ayah yang bekerja di proyek pembangunan jembatan. Ia kemudian melamar bekerja di perusahaan di mana ayahnya bekerja untuk mencari tahu penyebab kematian sang ayah.
Baca Juga: Film Shaka On Shaka Hadirkan Kisah Cinta Rocker dan Fansnya dengan Nuansa Konser Musik
Sementara itu adiknya, Laras, (Callista Arum) melamar sebagai karyawan admin perusahaan agar bisa membiayai ibunya yang sakit.
Namun, sejak kakak beradik tersebut beserta ibunya, Martha (Karina Suwandi) menginjakkan mess yang disediakan perusahaan, mereka sudah merasakan kejanggalan. Martha tiba-tiba berperilaku aneh, sedangkan kematian karyawan proyek menjelang tanggal 1 Suro semakin bertambah.
“Saya bersama Jero diskusi untuk mengangkat film yang terinspirasi dari cerita yang sering kita dengar tentang tumbal proyek. Cerita tentang orang-orang yang hilang tanpa jawaban, tanpa kabar.
"Kita mencoba menawarkan cerita tentang keluarga, kehilangan, rasa bersalah, dan keberanian untuk mencari kebenaran meski harus berhadapan dengan hal-hal yang tidak masuk akal,” ujar produser Dheeraj Kalwani, saat gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Dipercaya memerankan Yuda, Kiesha Alvaro mengaku proses pendalaman karakternya berlangsung cukup panjang. Sebelum menerima naskah, dia sudah berdiskusi panjang dengan sutradara tentang karakternya.
“Sebelum pegang naskah, saya sudah ngobrol sama Pak Jero tentang apa yang diinginkan dari karakter Yuda, apa tujuan dan pesan dari film ini, terutama pesan yang ingin disampaikan karakter.
Baca Juga: Ibnu Jamil Pakai Gaya Parenting-nya untuk Peran Ayah di 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan'
"Jadi, ketika masuk reading, ditambah dengan deskripsi naskah dan penjelasan soal berbagai macam adegan itu, saya jadi lebih mudah untuk memahami dan mengerti apa yang dirasakan karakter,” seru Kiesha, yang juga harus latihan berdialog dengan logat Jawa.
Meski sudah cukup banyak membintangi film horor, putra sulung Pasha Ungu ini mengaku bahwa make up gore di film ini sangat menakutkan buatnya.
“Sebagai penggemar film horor gore, saya takjub make up di film Tumbal Proyek ini sangat bagus sekali. Kalau saya membayangkan lagi, sampai sekarang masih berasa sih, seramnya!” ujar Kiesha.
Selain itu, syuting film ini menurutnya cukup melelahkan secara fisik dan emosi. Adegan terberat baginya adalah pada saat pengambilan adegan kesurupan massal yang memang cukup intens dan membutuhkan konsentrasi penuh untuk mengekspresikan emosinya.
Artikel Terkait
Karyawan Meta Protes, Perusahaan Memasang Teknologi Pelacakan Pergerakan Mouse di Laptop Mereka
Kenapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Alasannya
CEO Sebut Work-Life Balance sebagai “Red Flag”, Benarkah?
OJK: Klaim BPJS Ketenagakerjaan Melonjak Imbas PHK
Pahami Penyebab Mata Uang Melemah, Meski Orang Desa Nggak Pakai Dollar buat Transaksi
Begini Dampak Melemahnya Nilai Rupiah terhadap Kehidupan Kelas Menengah seperti Kita
Cara Menjawab Pertanyaan 'Kapan Bisa Mulai Bekerja' saat Wawancara biar Nggak Dikira Desperate