Godaan Paylater Saat Hendak Berlibur, Nikmatnya Jalan-Jalan Dulu, Bayar Belakangan, Awas Malah Boncos

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:15 WIB
Paylater saat hendak berlibur menawarkan kemudahan. Konsep “jalan-jalan dulu, bayar belakangan” memang terdengar menggoda. Namun, di balik kemudahannya, ada risiko yang perlu diperhitungkan. (Google Gemini/PejuangKantoran.com)
Paylater saat hendak berlibur menawarkan kemudahan. Konsep “jalan-jalan dulu, bayar belakangan” memang terdengar menggoda. Namun, di balik kemudahannya, ada risiko yang perlu diperhitungkan. (Google Gemini/PejuangKantoran.com)

PejuangKantoran.com - Paylater saat hendak berlibur menawarkan kemudahan untuk membeli tiket, memesan hotel, hingga membayar kebutuhan liburan tanpa harus mengeluarkan seluruh uang di awal. Bagi Gen Z yang ingin tetap bisa menikmati perjalanan di tengah budget terbatas, konsep “jalan-jalan dulu, bayar belakangan” memang terdengar menggoda. Namun, di balik kemudahannya, ada risiko yang perlu diperhitungkan.

Baca Juga: Berencana Road Trip di Masa Libur Sekolah Kali ini? Coba Perhatikan Etika Berkendara yang Harus Kita Ketahui

Baca Juga: Healing Tipis-Tipis: 5 Ide Liburan Singkat yang Bisa Dilakukan Tanpa Ambil Banyak Cuti

Kenapa Paylater Menarik Saat Hendak Liburan?

Liburan sering kali dianggap sebagai bentuk self-reward setelah menjalani rutinitas pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Ketika muncul kesempatan mendapatkan tiket murah atau melihat teman mengunggah perjalanan di media sosial, keputusan untuk traveling bisa terasa semakin sulit ditolak.

Di sinilah FOMO (Fear of Missing Out) dapat berperan. Keinginan untuk tidak ketinggalan tren atau pengalaman yang sedang populer membuat seseorang lebih mudah mengambil keputusan secara spontan.

Paylater kemudian menjadi solusi instan. Tiket pesawat yang terasa mahal jika dibayar sekaligus bisa terlihat lebih ringan ketika nominalnya dibagi menjadi beberapa cicilan.

Baca Juga: 3 Cerita Seru di Balik Coachella 2025, dari Benson Boone hingga Penonton yang Bayar Pakai Paylater

Masalahnya Bukan pada Paylater, Tetapi Cara Menggunakannya

Paylater pada dasarnya merupakan fasilitas pembiayaan yang membuat pengguna dapat melakukan transaksi sekarang dan membayarnya kemudian, sesuai ketentuan penyedia layanan.

Masalah muncul ketika kemudahan tersebut membuat seseorang mengabaikan kemampuan membayar.

Contohnya, seseorang memiliki budget liburan Rp2 juta, tetapi karena tersedia limit paylater, ia memutuskan mengambil hotel yang lebih mahal, membeli tiket tambahan, atau menambah aktivitas selama perjalanan.

Akibatnya, biaya liburan sebenarnya bukan lagi Rp2 juta. Setelah pulang, masih ada kewajiban cicilan yang harus dibayar dari penghasilan berikutnya.

Baca Juga: Slow Living Travel: 7 Tips Liburan Produktif Tanpa Burnout

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X