Selain mengobrol dengan keluarga terdekatnya yang menggunakan susuk, Ginanti bersama penulis naskah Husein M. Atmojo sempat melakukan riset ke daerah-daerah di sekitar Dieng dan Wonosobo yang menjadi kampung halamannya.
"Asal saya di Wonosobo, daerah sekitar Dieng. Di sana banyak yang menggunakan (susuk). Jadi, riset dimulai dari situ. Lalu, kita juga memasukkan budaya-budaya lain agar bisa nge-grab penonton seluas mungkin," timpalnya.
Baca Juga: 4 Daya Tarik Film Mantra Surugana yang Bakal Bikin Kamu Nggak Bakal Meleng
Riset terekstrim yang dilakukan Ginanti dan Husein adalah dengan secara khusus mengobrol dengan dukun yang sering mengobati orang-orang yang ingin mencabut susuknya.
"Kita sempat menemui seorang dukun yang biasa mengobati orang-orang yang ingin melepas susuknya. Selain tujuannya untuk cerita, para pemain juga bisa lebih mendalami karakter," seru Ginanti. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Royal Abis! Taylor Swift Bagikan Bonus 55 Juta Dollar ke Semua Pendukung Tur Konsernya
Cara Ngecek Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 58, Begini Alur Penyambungan Rekening!
Ini Besaran Bantuan Program Kartu Prakerja Gelombang 58, Kapan Bantuan Bisa Dicairkan?
Belajar dari Jungkook BTS yang Tak Sengaja Beritahu Akun TikTok Pribadinya
Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Suka Menyela Pembicaraan, Khususnya saat Rapat
Luna Maya Kewalahan Mendalami Karakter Suzzanna: "Marahnya Datar Banget, Susah Diikuti"