PejuangKantoran.com - Bagi penikmat film horor, Ginanti Rona bukanlah nama yang asing. Di tangan sutradara wanita ini, beberapa film horor pencetak box office sudah dihasilkannya, seperti Kalian Pantas Mati dan Qorin.
Kini, Gianti Rona mengumumkan film horor terbarunya, Susuk. Film hasil kolaborasi Visinema Pictures dan GoodWork ini banyak menampilkan gambar-gambar mencekam, dengan penggunaan efek dan warna yang menakjubkan.
Baca Juga: Jangan Nonton Sendirian! Suzzanna: Malam Jumat Kliwon Bakal Menghantui Mulai 3 Agustus
Dua unsur ini dipastikan jadi pembeda Susuk dengan film horor lainnya.
“Indonesia memiliki banyak cerita horor yang bersumber dari mitos, kebudayaan atau aspek religi. Cerita-cerita ini aku kembangkan menjadi plot baru yang bisa dikemas dalam film dengan cara menarik, dan bisa jadi hiburan.
"Selain itu, orang Indonesia memiliki kebiasaan kuat untuk menonton dan menikmati film horor di bioskop. Aku juga ingin membuat film horor dengan ciri khas tersendiri,” terang Ginanti Rona, saat konferensi pers Susuk di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (28/7/2023) lalu.
Mendapuk aktris pendatang baru Hana Malasan yang berperan sebagai Laras, film ini mengangkat cerita betapa mengerikannya efek seseorang yang menggunakan susuk.
Seperti kita ketahui, susuk adalah semacam jarum berukuran kecil yang ditanamkan dalam tubuh untuk mendapatkan keuntungan tertentu, entah untuk memikat lawan jenis, mendapat kekayaan, kesehatan, karir yang moncer, dan lain sebagainya.
Laras ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai pekerja seks komersial dan memperbaiki hubungan dengan adiknya, Ayu (Ersya Aurelia). Namun ia mengalami kecelakaan yang membuat dirinya terjebak antara hidup dan mati.
Laras tetap hidup, walau tubuhnya mulai membusuk seperti mayat. Prihatin melihat kondisi sang kakak, Ayu pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada kakaknya dengan bantuan Arman (Jourdy Pranata).
Baca Juga: Trailer Petualangan Sherina 2, Satu Menit yang Bikin Penonton Tertawa, Haru, dan Merinding!
Praktik pemasangan susuk ini buat Ginanti menarik untuk digarap karena menurutnya hal itu bukan hal asing baginya. Di keluarga besarnya, ada anggota keluarga yang punya pengalaman menggunakan susuk.
“Iya, kebetulan bibi aku ada yang menggunakan susuk. Praktik seperti ini di Indonesia sangat banyak, sehingga sangat menarik ketika digarap.
"Publik sudah sering mengalami atau mendengar cerita yang berkaitan dengan susuk. Penjelasan di muka tidak perlu panjang. Itu sebabnya, buat saya, susuk ini menarik,” tutur sutradara kelahiran Lhokseumawe, 24 Juni 1987 ini.
Mengangkat sesuatu hal yang familiar di kalangan masyarakat juga memudahkan ia dalam mengembangkan cerita karena referensi untuk riset cukup banyak.
Artikel Terkait
Royal Abis! Taylor Swift Bagikan Bonus 55 Juta Dollar ke Semua Pendukung Tur Konsernya
Cara Ngecek Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 58, Begini Alur Penyambungan Rekening!
Ini Besaran Bantuan Program Kartu Prakerja Gelombang 58, Kapan Bantuan Bisa Dicairkan?
Belajar dari Jungkook BTS yang Tak Sengaja Beritahu Akun TikTok Pribadinya
Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Suka Menyela Pembicaraan, Khususnya saat Rapat
Luna Maya Kewalahan Mendalami Karakter Suzzanna: "Marahnya Datar Banget, Susah Diikuti"