Tantangan lain yang dia hadapi adalah saat pengambilan gambar dan meramunya menjadi rangkaian adegan per adegan yang terlihat menarik dan menghibur.
Di sisi lain, gambar-gambar yang diambil harus bisa mencakup kebutuhan tayang yang kini tidak hanya melalui layar bioskop, tetapi juga disiarkan melalui platform streaming yang akan dinikmati melalui layar smartphone atau tablet.
“Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan juga saat membuat film ini. Ada pertimbangan jika film ini nantinya tidak hanya tayang di layar lebar, tetapi mungkin juga di OTT.
Baca Juga: Omar Esteghlal Anggap Budi Pekerti Naskah Terbaik yang Pernah Dibaca Seumur Hidupnya
“Dengan banyaknya medium yang ada, kreativitas sutradara pun harus menyesuaikan. Daripada kita ngedit lagi, itu sebabnya kita banyak memasukkan gambar close-up,” ujar peraih penghargaan Sutradara Terpuji dari Festival Film Bandung melalui Bumi Manusia (2020) ini.
Bahkan, sebenarnya ada adegan yang dibuatnya hanya satu shot (satu kali pengambilan gambar tanpa henti).
“Itu di adegan fighting di tempat billiard, eksekusi di lapangannya hanya satu shot. Tapi, akhirnya kita potong-potong karena ekspresinya. Kita mau mendapatkan ekspresi para pemainnya,” tutup Hanung. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Hujan Meteor Perseid Bisa Disaksikan Tanpa Teropong pada Sabtu hingga Minggu 13 Agustus Dini Hari!
Apa yang Dirayakan Umat Hindu di Bali pada Hari Raya Kuningan, Sabtu, 12 Agustus 2023?
PNS Laki-Laki Boleh Poligami, PNS Perempuan Dilarang Jadi Istri Kedua, Benarkah Ini Aturan BKN?
Weekend Ini, Yuk Kunjungi Pameran Ilustrasi Kemasan Minuman "Bangga Berbudaya Asli Indonesia"
Tidak Gratis, ASN yang Pindah ke IKN Tetap Harus Bayar Sewa Rumah Dinas yang Ditempati
Pejuangkantoran, Ini Jadwal Latihan Yoga Paling Pas ala Nana Mirdad