Karena memang didesain untuk dikunjungi banyak orang, ukuran kedai kopi fast bar ini biasanya besar dengan banyak meja kursi.
Contoh kedai kopi ini sangat banyak kita jumpai. Mulai dari kedai kopi jaringan internasional seperti Starbucks, Coffee Bean and Tea Leaf, atau Kurasu yang relatif baru.
Sementara yang jaringan lokal seperti Janji Jiwa, Kopi Kenangan, atau Toko Kopi Tuku.
Baca Juga: Apa Jadinya Kalau Kamu Berhenti Minum Kopi?
Slow Bar
Kalau kedai kopi fast bar tadi sarannya adalah pelanggan umum, kedai kopi slow bar ini lebih spesifik.
Kedai kopi slow bar ini biasanya lebih disukai penikmat kopi dan orang yang memang sengaja berada di situ untuk ‘ngopi’ bukan work from cafe.
Nama slow bar ini merujuk pada proses pembuatan minuman kopinya yang memakan waktu lebih lama. Ini karena umumnya kedai kopi slow bar ini menggunakan alat kopi manual brew.
Manual brew adalah teknik menyeduh kopi tanpa menggunakan alat-alat listrik sama sekali (kecuali untuk ketel air).
Alat-alat manual brew yang dipakai umumnya adalah yang berbasis pour over (seperti V60, Kalita, Origami), French press, Aeropress, Vietnam drip, dan sebagainya.
Proses membuat kopi dengan alat-alat ini memang butuh waktu. Misal, untuk teknik pour over bisa makan waktu 3-4 menit dalam proses pembuatan minuman kopinya
Teknik manual brew ini umumnya memakai biji kopi single origin.
Kdai kopi konsep slow bar umumnya berukuran kecil. Karena areanya kecil, maka tidak banyak tempat duduknya.
Namun ada satu ciri fast bar, biasanya ada tempat duduk bar di depan barista. Ini posisi favorit karena sambil menunggu kopi pesanan diseduh, kamu bisa ngobrol dengan baristanya.
Topik obrolan terutama soal kopi dan industri kopi secara umum. Antara barista dan konsumen biasanya sangat akrab dan kenal baik.