PejuangKantoran.com - Sutradara Joko Anwar meluncurkan trailer film Pengepungan di Bukit Duri di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/25) lalu.
Film yang diproduksi Come and See Pictures bersama Amazon MGM Studios ini banyak menampilkan adegan kekerasan di dalam sekolah.
Namun, Joko Anwar menegaskan bahwa film ini sama sekali tidak mempromosikan kekerasan. Adegan-adegan tawuran di sekolah ini merupakan bagian dari tema film yang menjadi keresahan utama sutradara yang juga mantan wartawan ini.
Baca Juga: 63.000 Pengunjung Tumplek di BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Wujudkan Business Matching Senilai $90,6 Juta
“Kegelisahan terbesar saya di Indonesia adalah kurangnya keteladanan dari mereka yang seharusnya menjadi panutan. Sementara guru, profesi yang seharusnya dihormati justru seringkali kurang mendapat apresiasi di negeri ini.
“Apresiasi terhadap profesi guru sangat rendah. Seiring berjalannya tahun, saya kira akan lebih baik. Ternyata, tidak. Anggaran guru dipotong lebih dari 50 triliun rupiah,” terang Joko Anwar, saat konferensi pers Pengepungan di Bukit Duri.
Film yang judulnya dialihbahasakan menjadi The Siege in Thorn High ini menceritakan seorang guru BP, Edwin (Morgan Oey), yang berjanji untuk menemukan anak kakaknya yang hilang.
Pencarian Edwin membawanya menjadi guru di SMA Duri, sekolah untuk anak-anak bermasalah. Saat mencari keponakannya di sekolah itu, Edwin harus menghadapi murid-murid paling beringas.
Ketika akhirnya ia menemukan sang keponakan, kerusuhan pecah di seluruh kota. Mereka terjebak di sekolah, melawan anak-anak brutal yang kini mengincar nyawa mereka.
Selain dibintangi oleh Morgan Oey, film ini menampilkan aktor-aktris muda seperti Omara Esteghlal, Endy Arfian, Fatih Unru, Satine Zaneta, Faris Fadjar, Florian Rutters, Dewa Dayana, Sandy Pradana, Milo Taslim, dan Sheila Kusnadi.
Terlepas dari trailer yang menampilkan banyak adegan kekerasan, ada banyak cerita menarik yang terungkap di preview trailer ini.
1. Nuansa Bening karya Keenan Nasution menjadi lagu soundtrack film
Keenan Nasution mengaku tidak menyangka bahwaJoko Anwar ingin menggunakan Nuansa Bening dalam film terbarunya. Lagu ini terinspirasi dari wanita yang pernah menjadi kekasihnya.
“Ini lagu sudah hampir 50 tahun lalu dibuat, tetapi ternyata masih ada yang mengapresiasi. Saya tulis bersama teman saya, dan sosok yang ada di lirik lagu ini memang ada. Tapi, bukan istri saya ya,” selorohnya.