Hewan peliharaanmu juga harus mandi rutin. Lakukan sepekan sekali untuk mengurangi jumlah bulu dan kulitnya. Mintalah rekomendasi dari dokter hewan, apa sampo terbaik untuk digunakan pada jenis dan ras hewan peliharaanmu yang dapat membantu mengurangi bulu tanpa mengiritasi kulitnya.
4. Lakukan Penyedotan Debu Secara Teratur
Karpet, permadani, kursi, dan tempat-tempat yang bisa ditempati hewan peliharaan harus disedot debunya secara rutin. Banyak penyedot debu baru dilengkapi dengan alat tambahan khusus yang dirancang khusus untuk menghilangkan bulu hewan peliharaan secara menyeluruh.
Baca Juga: 5 Manfaat Bekerja dari Rumah bareng Anabul yang Tidak Bakal Kamu Duga
5. Cuci Tangan
Selalu cuci tanganmu seusai membelai atau memegang hewan peliharaan. Bulu hewan peliharaan yang menempel di tanganmu dapat dengan mudah memicu gejala alergi jika kemudian kamu menyentuh hidung, mata, atau mulut.
6. Kurangi Penggunaan Kain di Rumah
Banyak alergen, termasuk tungau debu, serbuk sari, dan bulu hewan, dapat dengan mudah terperangkap di gorden, permadani, dan pelapis furnitur.
Carilah cara untuk mengurangi jumlah kain seperti yang disebutkan di atas. Misalnya, ganti sofa dan kursi berlapis kain dengan yang terbuat dari kulit, dan ganti gorden kain dengan kerai dan tirai yang dapat dicuci.
Minimalkan memakai karpet atau malah tanpa karpet sama sekali jika kamu memelihara anabul.
7. Jaga Kebersihan Litter Box
Litter box dapat menjebak bulu dan bulu kucing selama beberapa hari. Bersihkan lebih sering dari sebelumnya kalau kamu memelihara anabul.
Selain itu, ada kemungkinan beberapa jenis pasir kucing dapat memperburuk alergimu —terutama pasir tanah liat yang menghasilkan banyak debu saat kucingmu mengubur kotorannya.
Cobalah gunakan pasir yang bisa menggumpal jika terkena kotoran kucing atau pasir yang bebas debu dan parfum yang dapat membantu meredakan gejala alergi kamu.
8. Gunakan Semprotan Anti-Alergen