PejuangKantoran.com - Mengajak publik untuk lebih peka terhadap kekerasan dalam rumah tangga, Suamiku Lukaku cukup gamblang dalam menghadirkan adegan-adegan KDRT.
Film yang disutradarai oleh Sharad Sharaan dan Viva Westi ini menggambarkan bagaimana KDRT tidak hanya menghasilkan kekerasan fisik, tetapi juga meninggalkan luka emosional yang jauh lebih sulit disembuhkan.
Suamiku Lukaku, yang skenarionya ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu, menceritakan perjuangan Amina (Acha Septriasa), seorang ibu yang hidup dalam ketakutan bersama Irfan (Baim Wong).
Meskipun dikenal sebagai motivator yang terlihat baik di mata masyarakat, namun Irfan ternyata sering melakukan kekerasan di dalam rumah. Saat kondisi putri mereka, Nadia (Azkya Mahira), memburuk, Amina harus membuat keputusan terbesar dalam hidupnya: tetap diam atau melawan demi masa depan dirinya dan anaknya.
“Yang jelas film ini tentang perempuan yang mengalami domestic violence. Kita sebagai pemain tidak ingin menghadirkan adegan-adegan yang bikin hati meringis, tersiksa saja, tapi juga meng-educate perempuan Indonesia.
"Supaya mereka yang perlu bantuan, bisa bersuara dan memecahkan keheningan. Karena yang kita tahu, satu dari empat perempuan Indonesia sayangnya mengalami kekerasan rumah tangga!” tukas Acha, saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Proses syuting film ini, terutama dalam pengadeganan adegan kekerasan, membuat Acha sempat mengalami cedera. Salah satunya adegan saat Acha harus ditampar oleh Baim.
Adegan itu ternyata tidak bisa dilakukan dalam satu kali take, yang menyebabkan pembuluh darah di wajah Acha. Akibatnya, pipinya menampakkan bercak-bercak merah.
Baca Juga: Perubahan Kapasitas Kerja Bisa Mengungkap Risiko Cuti Sakit Sejak Dini di Tempat Kerja
“Ya, dalam pengambilan adegan kan tidak semuanya sekali take berhasil, tidak selalu sempurna dalam pelaksanaannya. Kadang harus take dua, tiga kali, sehingga mempengaruhi fisik.
"Saya memang sempat mengalami bintik-bintik merah di pipi karena pecah pembuluh darah!” ujar Acha lagi.
Produser David Suwarto mengatakan bahwa Baim Wong dan Acha Septriasa bermain sangat bagus di film ini. Ia berharap film ini membuat para korban KDRT tidak hidup dalam kesunyian.
"Mereka juga bisa memecahkan kesunyian. Ada di luar sana yang bisa membantu mereka. Ada sapa 129, nomer (call center) 129 yang dapat membantu. Entah itu bantuan hukum, bantuan mencari pekerjaan dari kementerian.
Artikel Terkait
Waspada, Penipu Kini Mengandalkan AI untuk Membuat Penipuan Lowongan Kerja Makin Meyakinkan
Foto dan Suara Sandiaga Uno Dicatut untuk Menipu, Kenali Cara Kerja Penipuan Berbasis AI!
Haico Van Der Veken Berakting sebagai Kembar di Series Bercinta dengan Maut (The Other Sister)
5 Pelajaran yang Bisa Kita Ambil dari Konsep 'La Dolce Vita' Orang Italia di Dunia Kerja
Imbal Hasil ST016 Berpotensi Ikut Naik Jadi 6,55% dan 6,75% usai BI Naikkan Suku Bunga Acuan
Tak Cuma Dada Ayam, Ini Deretan Makanan dengan Protein Lebih Tinggi
10 Sinyal Tubuh yang Pantang Diabaikan Saat Lari