Jadi Dukun di Film 'Sekawan Limo 2: Gunung Klawih', Gisella Anastasia Jadi Pelihara Ular

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Jumat, 29 Mei 2026 | 13:43 WIB
Syuting film "Sekawan Limo 2: Gunung Klawih" membuat Gisella Anastasia jadi ingin memelihara ular. (Instagram @gisel_la)
Syuting film "Sekawan Limo 2: Gunung Klawih" membuat Gisella Anastasia jadi ingin memelihara ular. (Instagram @gisel_la)

PejuangKantoran.com - Antusias penonton sebelum Sekawan Limo 2: Gunung Klawih resmi ditayangkan di bioskop pada 27 Mei 2026 cukup tinggi. Seminggu sebelumnya, pemesanan tiket sudah mencapai 30.000.

Itu sebabnya produser Mithu Nisar optimis sekuel film Sekawan Limo ini akan menjadi film andalan penonton sepanjang libur long weekend Idul Adha hingga Hari Lahir Pancasila ini.

Kabar menyenangkan tidak hanya soal antisipasi penonton, tetapi juga cerita-cerita seru yang dialami para pemain selama syuting. Berikut beberapa cerita mereka saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Meski Terbebani Kesuksesan Film Pertama, Bayu Skak Pede dengan Pesan 'Sekawan Limo 2: Gunung Klawih'

1. Selepas syuting, Gisella Anastasia pelihara ular 

Berperan sebagai dukun di film, Yu Chen, Gisella diperlihatkan sering memegang ular. Ternyata, hal itu membuatnya ingin memelihara ular. Sekarang, ia punya empat ular peliharaan.

Ada salah satu ular tersebut yang merupakan pemberian seseorang. Orang yang memberi ular itu ternyata berharap Gisel segera mempostingnya di media sosial, sejak mereka syuting bulan Oktober 2025.

"Aku cuma bisa bilang, ‘Aduh filmnya belum tayang, rek? Nanti kalau posting ular dulu kan spoiler jadinya!’ Jadi dia lagi nungguin tanggal tayang supaya aku bisa posting tuh satu ular endorse-an,” seloroh Giselle.

Aktris kelahiran Surabaya, 35 tahun lalu ini, juga senang karena jadi bisa menmbungkus banyak kuliner Jawa Timur kesukaannya saat syuting. Sekadar info, sutradara Sekawan Limo 2: Gunung Klawih Bayu Skak memang selalu membuat film dengan setting Jawa Timuran.

2. Joshua Suherman dipercaya sebagai konsultan komedi

Baca Juga: Ditampar Baim Wong saat Syuting 'Suamiku Lukaku', Acha Septriasa Alami Pecah Pembuluh Darah

Tidak hanya berperan sebagai Wisang, Joshua Suherman juga dipercaya sebagai konsultan komedi. Meski hampir 80 persen dialog di film menggunakan bahasa Jawa dengan dialek Jawa Timuran, ia merasa pekerjaan ini tidak sulit karena ensemble pemainnya komika kawakan seperti Firza Valaza, Benidictus Siregar, hingga Cak Kartolo dan Cak Maroto.

“Mereka punya style komedi dan insting komedinya masing-masing. Jadi mereka paham betul sebuah dialog itu kalau mau lucu delivery-nya seperti apa. Nah, tugasku benar-benar sebagai konsultan saja," ujar Joshua.

Menurutnya selama hal itu tidak kontradiktif terhadap cerita, dan para pemain tidak membocorkan punchline besarnya, tidak ada masalah. Mungkin itu pula sebabnya mengapa sifatnya jadi kolaboratif.

"Dan, dari skripnya sendiri yang ditulis Nona Ica juga sudah lucu. Jadi sebagai comedy consultant, saya tinggal ngeluarin penampilan terbaik dari teman-teman cast aja! Rasanya kayak jadi pelatih bola tapi pemainnya dream team semuanya!” serunya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X