Film Perang Kota ini juga menandakan kembalinya Mouly menggarap film Indonesia, setelah menyelesaikan film Hollywood, Trigger Warning.
“Pelajaran paling besar selama saya di Hollywood adalah saya membatasi diri dalam kreativitas. 'Ah, bagaimana nanti bikinnya, susah. Bikin seperti ini saja!'
"Orang Amerika kan apa-apa dibuat grand. Kalau di Perang Kota, saya belagak agak gila sedikit. Adegan kayak begini, ya, coba deh! Agak-agak challenging, ambisius!” tutupnya. (Syanne Susita)