senggang

Infused Coffee Meski Masih Pro-Kontra Namun Memeriahkan Coffee Scene Saat Ini

Jumat, 12 September 2025 | 14:05 WIB
Infused coffee membuka khasanah perkopian yang baru dan menarik. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.comInfused water mungkin tidak asing bagi kamu. Air mineral dengan sejumlah buah atau sayur yang direndam di dalamnya dalam jangka waktu tertentu ini, konon punya manfaat kesehatan yang bagus bagi tubuh.

Namun kalau infused coffee mungkin masih terdengar agak asing bagi umum, walaupun di kalangan penggemar kopi, ini sudah jadi perbincangan yang cukup seru akhir-akhir ini.

Infused coffee adalah istilah untuk kopi yang diberi tambahan rasa, aroma, atau manfaat tertentu dengan cara infusi (perendaman atau pencampuran).

Jadi, kopi tidak hanya berasal dari biji kopi yang diseduh, tetapi juga “diinfuskan” dengan bahan lain agar menghasilkan karakter baru.

Baca Juga: Sama-Sama Mengandung Kafein, Mengapa Matcha Lebih Cocok Untuk Membuat Fokus Lebih Tajam Dibanding Kopi?

Tiga Waktu Infused untuk Kopi

Berdasarkan sejumlah sumber, yaitu dari Perfect Daily Grind, Fire Dept. Coffee, Sprudge, La Marzocco Blog, ada tiga waktu perendaman/infusi/infuse ini. Berikut penjelasannya:

  1. Saat fermentasi (green bean / pasca panen)
  • Bahan tambahan (buah, rempah, gula, ragi) dicampurkan ke kopi yang masih dalam proses fermentasi setelah dipanen.
  • Tujuannya supaya rasa dari bahan-bahan infuse tadi meresap secara alami ke dalam biji kopi.
  • Disebut juga co-fermentation kalau bahan ditambah langsung saat fermentasi.
  • Contoh: kopi citrus washed, kopi dengan tambahan nanas, jahe, atau wine yeast.
  1. Setelah biji disangrai (roasted bean infusion)
  • Biji kopi yang sudah disangrai direndam atau disemprot dengan ekstrak, minyak esensial, atau bahkan alkohol (misalnya bourbon, rum).
  • Alkohol biasanya akan diuapkan saat pemanggangan ulang ringan, sehingga tersisa hanya aroma dan rasa khas.
  • Contoh: Spirit Infused Coffee oleh Fire Dept. Coffee.
  1. Saat penyeduhan (brewing infusion)
  • Bahan tambahan dimasukkan ke kopi saat penyeduhan, mirip dengan infused tea.
  • Biasanya dipakai di cold brew, di mana kopi direndam bersama buah, kulit jeruk, pandan, kayu manis, atau rempah lain selama berjam-jam.
  • Contoh: cold brew infused lemon atau lavender.

Baca Juga: Matcha Makin Digemari oleh Gen Z dan Millenial. Bakal Menggantikan Posisi Kopi? Simak Perbandingannya!

Berbagai Jenis Infused Coffee

Ada beberapa jenis infused coffee, yaitu:

  1. Flavored infused coffee
    • Biji kopi atau bubuk kopi dicampur dengan bahan alami (rempah, buah kering, bunga) atau ekstrak tertentu.
    • Contoh: kopi dengan infusi vanilla, hazelnut, kayu manis, atau bunga lavender.
  2. Alcohol/spirits infused coffee
    • Biji kopi (biasanya green bean atau roasted bean) direndam dalam minuman beralkohol seperti whisky, rum, atau wine, lalu dikeringkan lagi dan disangrai.
    • Hasilnya kopi beraroma khas minuman tersebut, tapi umumnya tidak mengandung alkohol setelah diproses.
  3. Health infused coffee
    • Kopi dicampur dengan bahan herbal, rempah, atau superfood untuk tujuan kesehatan.
    • Misalnya, kopi dengan infused jahe, kunyit, ginseng, atau collagen.
  4. Cold brew infused coffee
    • Kopi seduh dingin (cold brew) yang diinfuskan dengan buah, rempah, atau bahan lain selama proses perendaman.
    • Contoh: cold brew infused lemon, jeruk, atau pandan.

Intinya infused coffee adalah kopi dengan tambahan infusi bahan lain untuk memberikan rasa, aroma, atau manfaat khusus di luar cita rasa kopi murni.

Meskipun masih menjadi pro-kontra, namun dengan adanya infused coffee ini tentu saja menjadikan coffee scene menjadi lebih menarik dan seru. ***

Tags

Terkini