Akurasi GNSS smartwatch (realistis)
- Area terbuka: ±2–5 meter;
- Perkotaan (gedung tinggi) sekitar 5–15 meter;
- Hutan/pegunungan: tergantung kualitas chipset dan mode GNSS.
Dengan begitu, smartwatch yang mempunya fitur GNSS menjadi lebih unggul dalam fungsi tersebut daripada yang hanya memakai fitur GPS saja. Namun, masing-masing ada plus minusnya, seperti berikut ini:
GPS only
- Hemat baterai;
- Akurasi cukup di area terbuka.
All-Systems / Multi-GNSS
- Menggabungkan beberapa konstelasi;
- Akurat jika digunakan di kota padat, hutan, atau medan berbukit;
- Konsumsi baterai lebih tinggi.
Baca Juga: Pengguna Smartwatch yang Aktif Olah Raga, Rawat Gadgetmu Dari Dampak Keringat Berikut Ini!
Dual-band GNSS (L1 dan L5), GNSS dengan dua frekuensi
- Digunakan pada smartwatch premium (mahal);
- Lebih tahan multipath (pantulan sinyal gedung);
- Akurasi rute dan pace paling stabil.
Saat ini, hampir semua smartwatch produksi terbaru, sudah mempunya fitur navigasi dengan GNSS atau lebih dari satu satelit navigasi sebagai standarnya. Tak hanya brand-brand terkenal, namun brand-brand baru pun juga sudah menanamkan sistem navigasi ini.
Jadi, jika kamu memang benar-benar menjadikan smartwatch kamu sebagai salah satu alat untuk memantau tingkat kebugaran dan progres latihan, maka adanya fitur GNSS atau lebih dari 1 satelit navigasi adalah wajib! ***