PejuangKantoran.com - Sebagai sutradara film horor, Hadrah Daeng Ratu kerap menggabungkan genre gore (gaya sadis yang berdarah-darah) sebagai kiat sukses film-film horor garapannya.
Namun, membuka tahun dengan film horor Alas Roban, Hadrah akan menghadirkan cerita seram murni horor tanpa embel-embel genre tambahan.
“Alas Roban adalah horor road movie. Nggak ada gore-gore-nya. Kali ini, benar-benar hantu tetapi dengan moral story yang sangat kuat, terutama tentang perjuangan ibu untuk anaknya,” ujar Hadrah, saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Mengapa Rekening Koran Tiga Bulan Terakhir Dibutuhkan untuk Mengajukan Visa?
Berbeda dengan proyek film-filmnya yang lalu, saat ia ditawari untuk menyutradarai Alas Roban, cerita atau skenarionya belum ada. Pihak rumah produksi, Unlimited Production, hanya mengabarkan bahwa mereka sudah mendaftarkan nama Alas Roban sebagai sebuah IP.
Oswin Bonifaz sebagai produser mengakui, ia sempat kesulitan dalam mencari cerita. Pada saat itu, sempat bolak-balik membuat cerita tetapi tidak juga rampung. Tantangannya karena Alas Roban merupakan folklore yang legendaris.
“Film ini memang cukup panjang persiapannya. Sekitar tahun 2023, saya mendaftarkan IP ini tanpa ada cerita. Saya ngobrol dengan Evelyn Afnilia (penulis skenario) kalau kita punya satu judul tetapi belum tahu ceritanya seperti apa.
"Sedangkan yang akan menjadi sutradara, dalam top of mind saya, Hadrah Daeng Ratu, karena kita punya satu proyek yang mundur-mundur terus!” terang Oswin.
Akhirnya, Oswin, Hadrah dan Evelyn memutuskan untuk riset langsung dengan mengunjungi Alas Roban dan menggali langsung dari nara sumber di lokasi tersebut.
Mereka bertemu dengan kuncen dan dalang Alas Roban, bahkan dengan Bupati Batang. Dari informasi dan cerita yang didapat dari nara sumber tangan pertama, barulah skenario disusun.
Baca Juga: Karyawan di Sektor Padat Karya dengan Gaji hingga Rp10 Juta per Bulan Bebas Potongan PPh 21
“Ini horor pertama aku yang penulisnya ikut terjun langsung ke lokasi tempat terjadinya. Saya, pak Oswin, dan Evelyn ke Alas Roban dan menemui kuncen, dalang dan warga setempat.
"Kita diajak keliling hutan Alas Roban, tidak hanya siang hari tetapi juga malam hari. Kita minta ijin, kula nuwun (permisi) kepada penjaga Alas Roban,” terang Hadrah.
Dari riset langsung, Evelyn mencoba mencari benang merah antara nama Alas Roban, cerita horor yang berkaitan dengan Alas Roban, serta cerita para leluhur Alas Roban.
Arti dari Alas Roban sendiri berarti Hutan Tempat Air Naik. Jadi, ceritanya juga akan membicarakan sesuatu tentang bumi dan alam yang kerap berkaitan dengan mistis.