Menjelang Ramadan 2026, Ada Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Indonesia

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 7 Januari 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi: Saat Idul Adha sebaiknya makan dilakukan setelah selesai salat Idul Adha. (Freepik)
Ilustrasi: Saat Idul Adha sebaiknya makan dilakukan setelah selesai salat Idul Adha. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Pola konsumsi masyarakat selama Ramadan terus berevolusi, tak lagi terfokus pada satu waktu tertentu, melainkan tersebar sepanjang hari dan lintas kebutuhan.

Data Grab selama Ramadan 2025 memperlihatkan pertumbuhan signifikan di hampir seluruh layanannya.

Di GrabMart, pembelian bahan masakan seperti daging, makanan beku, dan bumbu meningkat hingga 58 persen, mencerminkan tren memasak di rumah yang semakin kuat selama bulan suci. Sementara itu, layanan GrabExpress mencatat kenaikan permintaan hingga 40 persen, didorong oleh tradisi pengiriman hampers dan paket ke kerabat maupun rekan bisnis.

Baca Juga: 5 Kota Tujuan Digital Nomad Terbaik di Bulgaria, dari yang Paling Kosmo sampai yang Pas buat Slow Living

Aktivitas berbuka puasa di luar rumah juga menunjukkan tren positif. Jumlah pengguna Grab Dine Out meningkat sebesar 51 persen, menandakan bahwa momen kebersamaan saat berbuka tetap menjadi bagian penting dari Ramadan.

Di sisi layanan pesan antar, GrabFood mencatat pertumbuhan GMV sebesar 11 persen, dengan menu khas Ramadan seperti kolak, gorengan, aneka takjil, dan pisang ijo menjadi pencarian favorit.

Tak hanya soal konsumsi, mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran juga meningkat. GrabCar mencatat kenaikan jumlah perjalanan hingga 32 persen, didorong oleh aktivitas silaturahmi, kunjungan keluarga, hingga perjalanan mudik.

Baca Juga: 7 Perangkat Rumah Tangga yang Sebaiknya Kamu Cabut dari Stop Kontak!

Pola konsumsi lintas layanan ini menegaskan bahwa Ramadan kini menjadi momentum strategis bagi brand di berbagai sektor, tidak terbatas pada makanan dan minuman—untuk hadir di berbagai momen konsumsi sepanjang hari.

“Ramadan menghadirkan pola konsumsi yang semakin beragam. Konsumen berpindah dari satu kebutuhan ke kebutuhan lain di waktu yang berbeda sepanjang hari. Brand yang mampu memahami pola ini dan hadir di momen yang tepat akan memiliki peluang lebih besar untuk membangun relevansi dan mendorong aksi konsumen,” ujar Roy Nugroho, Director of Commercial, Grab Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X