PejuangKantoran.com - Sebagai film pertama yang diproduksi oleh Pal8 Pictures, rumah produksi yang berada di bawah naungan grup Tempo Media, Laut Bercerita menghadirkan jajaran pemain yang cukup banyak.
Reza Rahadian kembali berperan sebagai Biru Laut, seperti film pendek yang sempat dirilis sekitar 8 tahun yang lalu. Begitu juga Dian Sastrowardoyo, yang berperan sebagai Kinan, karakter favoritnya di dalam novel. Dalam versi film pendeknya, Dian berperan sebagai kekasih Laut, Anjani.
“Film ini karya yang diadaptasi dari buku fiktifnya Leila S. Chudori. Menjadi sangat menarik karena film ini bukan bentuk perlawanan. Film ini adalah bentuk kita merayakan harapan, bagaimana proses kehilangan terjadi, apa artinya persahabatan, cinta juga ada di dalamnya.
Baca Juga: Mengapa Kemampuan Beradaptasi Kini Lebih Diutamakan untuk Memimpin ketimbang Resiliensi?
"Dan, ini yang saya kagumi dari cerita ini ketika membaca skenarionya. Menanggapi soal film ini akan membangunkan trauma, saya tidak takut!
"Saya yakin sekali film ini akan tayang dengan baik tahun ini karena it’s a beautiful film!” ujar Reza Rahadian tentang keterlibatannya di film Laut Bercerita ini saat konferensi pers di Plaza Indonesia XXI, Jakarta, Selasa (24/02/2026).
Sepemahaman dengan Reza, Dian Sastrowardoyo juga melihat film Laut Bercerita ini bukan tentang perlawanan atau mencoba mengorek luka atau trauma masa lalu.
Sebagai bukti kecintaannya terhadap karya Leila S. Chudori itu, Dian tidak sekadar menjadi pemain. Di film pendeknya, Yayasan Dian Sastrowardoyo bertindak sebagai produser eksekutifnya.
Aktris berusia 43 tahun ini melihat cerita film tersebut justru sebagai perayaan semangat anak-anak muda yang mencintai negaranya sendiri.
“Melihat film ini, kita akan melihat bahwa ini adalah perayaan tentang bagaimana ada semangat anak muda yang ingin mencintai bangsanya dengan cara mereka sendiri.
Baca Juga: 'Ghost in the Cell' Hadirkan Nama-nama Tenar Terbanyak, Lintas Generasi dan Lintas Negara
"Sebenarnya, kita tidak perlu terlalu terburu-buru mengatakan ini ada hubungannya dengan politik. Menurut saya bagaimana gejolak anak muda merasa terpanggil untuk bisa membela masyarakat yang tidak punya suara itu sudah terjadi beberapa kali dalam bangsa ini.
"Tahun 1928, 1945, 1965, 1998, dan terakhir 2025. Jadi, ini sejarah yang berulang. Jangan pakai kata-kata perlawanan.
"Bilang saja ini adalah banyak harapan di generasi muda Indonesia, dan mari kita rayakan bersama harapan-harapan anak muda yang masih banyak itu!” jelas Dian.
Jika film pendek Laut Bercerita digarap oleh sutradara Pritagita Arianegara, film layar lebar dipercayakan kepada Yosep Anggi Noen. Anggi melakukan pendekatan sudut pandang cerita yang berbeda.