senggang

Murah dan Cepat Saji, Begini Etiket Bersantap di Resto Sushi Conveyor Belt di Jepang

Selasa, 3 Maret 2026 | 09:18 WIB
Ilustrasi: Sushi conveyor belt (kaiten sushi) pertama kali diciptakan oleh Yoshiaki Shiraishi di Osaka, Jepang, tahun 1958. (Att-japan.net)

PejuangKantoran.com - Sushi conveyor belt sangat digemari di Indonesia karena konsepnya yang cepat saji, dan harganya yang relatif terjangkau. Berbagai menu sushi dalam piring-piring kecil tersaji di atas ban berjalan yang berputar mengelilingi meja pengunjung.

Nggak heran resto sushi dengan konsep ini, sebut saja Sushiro atau Sushigo! menjadi favorit karyawan saat jam makan siang. Sebab, kita nggak perlu menunggu pesanan datang, tinggal tunjuk mana piring yang kamu inginkan. 

Di Jepang, sushi conveyor belt (kaiten sushi, atau "sushi berputar"), pertama kali diciptakan oleh Yoshiaki Shiraishi tahun 1958. Ia membuka restoran Genroku Sushi di Osaka, Jepang, dan sejak itu langsung ramai pengunjung.

Baca Juga: Kenapa Mie Imlek Tak Boleh Dipotong? Ini Maknanya

Tetapi di resto aslinya di Jepang, sushi dengan penyajian seperti ini tetap mengedepankan etiket dalam bersantap. Yukari Sakamoto, penulis buku Food Sake Tokyo, mengaku penggila kaiten sushi.

"Jangan snob soal sushi," kata Sakamoto. "Banyak klien saya mau ke tempat elite kayak Sukiyabashi Jiro. Bagus sih. Tapi saya bilang, 'Tolong, karena kamu suka makanan Jepang, suatu saat coba deh conveyor belt.' Di Jepang, ini bukan makanan kelas rendah. Cuma makanannya fun aja."

Bukan cuma seru, harganya juga bikin kantong aman. Inovasi Shiraishi memotong biaya chef dan pelayan, jadi sushi yang dulu tergolong makanan mewah jadi terjangkau buat semua orang.

Sekarang, satu plate mulai 100-120 yen (sekitar Rp10.000-Rp15.000), tergantung tempatnya.

"Karena banyak kompetitor kaiten sushi, kualitasnya juara," tambah Sakamoto.

Kalau nggak suka ikan mentah, ada pilihan vegetarian kayak kanpyo (labu kering bumbu), takuan (acar lobak kuning), umeboshi (plum asin), tamagoyaki (orak-arik telur gulung), natto (kacang kedelai fermentasi), sampai inarizushi (tahu isi nasi). Menu-menu hits seperti sup miso, karaage (ayam goreng), chawanmushi, udon, atau ramen juga selalu ada.

Baca Juga: Sekarang, Rebung Bambu Disebut Jadi Superfood! Siapa Doyan?

Lalu bagaimana etiket makan di sushi conveyor belt?

Pilih kursi yang pas
"Seringnya mereka tanya, counter seat atau meja," ujar Sakamoto. "Counter berhadapan langsung sama belt. Kalau meja, sushi lewat di samping."

Manfaatkan belt
Kalau sushi terus berputar, ambil saja yang kamu suka. Tetapi, hanya sentuh plate kalau kamu yakin sudah mau mengambilnya. 

Pesan khusus
Sebagian resto memakai tablet untuk order spesial, sehingga nanti sushi akan disajikan langsung ke meja melalui  jalur khusus. "Ada bunyi 'beep beep beep' biar kamu tahu," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini