PejuangKantoran.com - Gelombang serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran telah mengguncang sektor penerbangan global, ikut melumpuhkan rute-rute internasional dan membuat kebijakan maskapai utama berubah cepat untuk melindungi penumpang.
Dalam hitungan hari, wilayah udara di negara-negara seperti Iran, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Irak, dan Israel ditutup setelah serangan dan respons balasan dari Tehran, memaksa ratusan hingga ribuan penerbangan dibatalkan atau dialihkan lewat jalur jauh.
Lebih dari 19.000 penerbangan mengalami keterlambatan global, dan ribuan lainnya dibatalkan saat bandara-bandara besar seperti Dubai International, Hamad (Doha), dan Abu Dhabi terpaksa menghentikan operasi penuh sementara waktu.
Situasi ini bukan sekadar gangguan teknis: saling serang misil dan drone yang meluas telah merusak fasilitas airport serta memicu penutupan luas ruang udara komersial di Timur Tengah, meninggalkan puluhan ribu penumpang di dalam maupun luar negeri dalam ketidakpastian jadwal.
Baca Juga: Film 'Laut Bercerita' Dibuat dengan POV Semangat Pemuda yang Ingin Melakukan Perubahan
Apa yang harus dilakukan saat penerbangan ditunda?
Di tengah kekacauan ini, maskapai besar di kawasan dan internasional merilis advisories untuk membantu penumpang memahami pilihan mereka dan merencanakan ulang perjalanan.
Saudia: Cek Status dan Update Kontak
Maskapai asal Saudi ini menghimbau penumpang untuk selalu:
-
Memeriksa status penerbangan sebelum ke bandara.
-
Hubungi agen perjalanan jika pembelian lewat agen, atau Saudia langsung jika booking mandiri.
-
Pastikan data kontak di Manage Your Booking akurat untuk menerima update terbaru.
Update real-time juga tersedia di media sosial resmi Saudia.
Emirates: Rebooking & Refund yang Fleksibel
Penumpang yang terjadwal terbang sebelum atau pada 5 Maret 2026 punya dua pilihan utama:
-
Rebooking ke penerbangan lain ke tujuan sama hingga 20 Maret.
-
Refund penuh, khususnya jika tiket dibeli langsung dengan Emirates.
Untuk booking melalui agen, penumpang diimbau menghubungi agen mereka.
Selain itu, check-in kota di Dubai ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut karena kondisi keamanan bandara.
Artikel Terkait
In This Economy, Tersiar Kabar 400 Karyawan Mie Sedap Bakal Di-PHK. Apa Kata Manajemen?
Absen di Grammys, Apakah Cole Walliser dari Glambot akan Hadir di Academy Awards Maret Nanti?
Ika Septia Purnamasari, Pekerja Migran yang 'Naik Kelas' setelah Dibiayai Majikan Sekolah Perhotelan
Sempat PHK Ribuan Karyawan, IBM Kini Malah Borong Pegawai Baru: Rekrutmen Entry-Level Digeber 3 Kali Lipat!
Chatbot AI Cenderung Memberi Jawaban Kurang Akurat ke Pengguna yang Bukan Native Speaker
Kalau di Belanda, Sakit Bukan Alasan Potong Gaji, Bahkan Bisa Sampai 2 Tahun
Indonesia di Peringkat Menengah ASEAN: Gambaran Rata-Rata Gaji 2025
Kemnaker Pastikan Pengemudi Ojol Bakal Kembali Terima Bonus Hari Raya di Lebaran 2026
Bloomingdale's Bajak Karyawan Saks Fifth Avenue dan Bergdorf Goodman dengan Paket Kompensasi
HiFi Air, Internet Rumah yang Bisa Dibawa-bawa. Cocok buat Mudik Lebaran Nanti!