Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun: Jejak Karier dari Medan Militer hingga Jadi Wapres RI

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 2 Maret 2026 | 20:21 WIB
Mengenang perjalanan karier Wapres ke-6 RI, Try Sutrisno yang kini telah wafat pada Senin, 2 Maret 2026.  (Dok. BPIP RI)
Mengenang perjalanan karier Wapres ke-6 RI, Try Sutrisno yang kini telah wafat pada Senin, 2 Maret 2026. (Dok. BPIP RI)

PejuangKantoran.com - Indonesia kembali berduka. Try Sutrisno, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia ke-6, meninggal dunia pada Senin pagi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada usia 90 tahun. Kabar ini disampaikan oleh pejabat negara dan langsung mendapat perhatian luas dari kalangan politik, militer, hingga masyarakat.

Perjalanan Karier 

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 15 November 1935 dan menapaki kariernya sejak muda melalui dunia militer. Ia mulai sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) dan berkontribusi aktif dalam berbagai operasi militer besar Indonesia, termasuk penumpasan pemberontakan PRRI pada akhir 1950-an.

Baca Juga: Film 'Laut Bercerita' Dibuat dengan POV Semangat Pemuda yang Ingin Melakukan Perubahan

Kariernya berkembang pesat. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Udayana dan Panglima Kodam IV/Sriwijaya, dua posisi strategis di angkatan darat.

Selain itu, pada pertengahan 1980-an, Try dipercaya menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, kemudian Kepala Staf Angkatan Darat. Puncaknya, ia diangkat sebagai Panglima ABRI (Tentara & Polri), posisi tertinggi dalam struktur pertahanan negara.

Sebagai panglima, Try dikenal bukan hanya sebagai perwira karier, tetapi juga sosok yang perhatian pada kesejahteraan prajurit, termasuk inisiatif untuk Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI-AD saat masih menjabat Kepala Staf Angkatan Darat.

Masuk ke Jalur Politik 

Karier politik Try Sutrisno mencapai puncaknya ketika ia diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia pada 1993, mendampingi Presiden Soeharto dalam periode pemerintahan yang dikenal sebagai masa akhir Orde Baru. Ia menjabat sebagai Wapres sampai 1998, periode yang penuh dinamika nasional.

Kiprah Try di gelanggang pemerintahan berlangsung di tengah tantangan sosial-politik yang cukup berat, dengan latar belakang pengalaman militernya yang luas menjadi salah satu landasan kuat perannya dalam menjaga stabilitas.

Baca Juga: Bukan Kafe atau Co-Working Space, Ini Alternatif Tempat Kerja Favorit Para Digital Nomad Saat Traveling

Kepergian Try Sutrisno tidak hanya menandai berakhirnya kehidupan seorang tokoh militer dan politik, tetapi juga sebuah era di mana figur berlatar milter memainkan peran penting dalam pemerintahan Indonesia. Jabatan Wapres yang pernah disandangnya menyusul masa-masa kepemimpinan Soeharto, dan rekam jejaknya kini menjadi bagian dari catatan sejarah modern negara.

Upacara penghormatan terakhir dan prosesi pemakaman direncanakan menyusul, dengan penghormatan militer khas untuk mantan pejabat setingkat wapres dan jenderal TNI yang telah mengabdi puluhan tahun bagi negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X