senggang

Bukan Cuma Bali, Jepang Juga Mengalami Overtourism. Ini yang Bisa Kamu Lakukan sebagai Turis!

Minggu, 8 Maret 2026 | 17:53 WIB
Ilustrasi: Untuk mengurangi overtourism di Jepang, coba jelajahi daerah regional seperti wilayah pedesaan. (Freepik/Tawatchai07)

PejuangKantoran.com - Jepang memang selalu punya daya tarik yang luar biasa. Setelah pandemi berakhir, gelombang wisatawan yang berkunjung ke Negeri Matahari Terbit itu benar-benar mencapai puncaknya.

Tahun 2025 saja, jumlah turis asing di Jepang mencatat rekor hingga 42 juta orang. Tapi, di balik angka yang fantastis itu, muncul masalah overtourism.

Bagi penduduk lokal di kota-kota seperti Kyoto atau wilayah sekitar Gunung Fuji, fenomena ini bukan lagi sekadar statistik, tapi sudah mengganggu kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil atau Pakai Bus? Simak 13 Poin Penting Berikut Ini!

Pemicu overtourism di Jepang

Penyebab utama dari penumpukan massa ini sebenarnya adalah konsentrasi tujuan yang sangat sempit. Namun, masalah ini tidak terjadi merata di seluruh Jepang.

"Ini bukan fenomena nasional, melainkan sesuatu yang sangat terpusat di tempat-tempat tertentu saja," ungkap Hayato Nagai, profesor dari Ritsumeikan University.

Turis cenderung hanya berkumpul di jalur emas seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Dalam hal ini media sosial punya peran besar dalam menggiring orang ke titik-titik ikonik yang sama secara terus-menerus.

Di Kyoto, tata kota menjadi faktor penyulit. Menurut Takuya Horie dari Kyoto City Tourism Association, Kyoto sangat rentan karena tata kotanya yang berbasis perencanaan kota dari seribu tahun lalu.

Dengan jalanan yang sempit, zona residensial yang campur aduk, dan regulasi batas tinggi bangunan yang ketat, bikin sulit untuk menangani keramaian. Belum lagi bus yang selalu penuh sesak saat musim sakura atau daun musim gugur sementara subway seluas di Tokyo tidak tersedia.

Baca Juga: Tour Leader Kini Jadi Profesi Menjanjikan, Hobiholidays Buka Sekolah Pemandu Wisata Profesional

Intinya kota ini memang tidak dirancang untuk menampung jutaan orang sekaligus.

Dampaknya bagi sektor pariwisata

Dampak overtourism di Jepang terasa sangat nyata bagi warga lokal. Di Kyoto, bus kota yang seharusnya jadi alat transportasi warga ke kantor atau kampus, kini penuh sesak oleh turis dan koper-kopernya.

Bahkan, sempat ada laporan turis yang tidak sengaja masuk ke area pribadi warga.

Halaman:

Tags

Terkini