Dinna Jasanti berharap, setelah menonton film ini penonton mampu merefleksikan diri sehingga bisa lebih menoleransi dan memahami bahasa cinta orang tua mereka.
Menurutnya, baik orang tua dan anak punya tujuan yang sama, tetap cinta dan kasih sayang. Hanya bahasanya saja yang berbeda sehingga memicu banyak kesalahpahaman.
“Saat kita bercermin ke diri sendiri, semoga kita bisa jadi lebih peka, sabar dan menerima, sehingga pada akhirnya muncul bahasa cinta dan kasih sayang yang baru!” pungkasnya.