Film 'Senin Harga Naik' Angkat Problematika Keluarga saat Ibu Menua dan Anak-Anak Sudah Dewasa

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Senin, 9 Maret 2026 | 08:03 WIB
Film  (Instagram @filmseninharganaik)
Film (Instagram @filmseninharganaik)

PejuangKantoran.com - Untuk film Lebaran tahun ini, Starvision mengeluarkan film Senin Harga Naik. Film ini mengangkat cerita hubungan ibu dengan ketiga anaknya yang sudah dewasa.

Perbedaan generasi ini menimbulkan perbedaan pandangan serta konflik di antara ibu dan anak-anaknya.

“Film ini adalah konten yang akan membuka dialog. Pertama kali membuat cerita ini, saya sempat ingin mendedikasikan film ini untuk almarhumah ibu saya.

Baca Juga: Mengenang Vidi Aldiano: Jejak Karier Sang Musisi Pop dan Perjuangannya Melawan Kanker

"Tetapi, setelah saya melihat filmnya, saya rasa ini bukan milik ibu saya saja. Ini milik semua orang, milik setiap ibu, milik anak yang punya ibu,” ujar produser Starvision, Chand Parwez, saat pemutaran perdana Senin Harga Naik di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Adalah penulis naskah Rino Sarjono yang menulis ceritanya dengan alur yang menarik. Dibuka dengan kegigihan Mutia (Nadya Arina) menjadi marketing sebuah perusahaan properti.

Mutia, yang berambisi mendapat jabatan yang lebih tinggi, mendapat tugas untuk melakukan pembebasan tanah. Ternyata, rumah itu milik ibunya sendiri, Retno (Meriam Bellina), yang menjadikan rumah itu sebagai toko roti bernama Mercusuar.

Mutia, yang sudah tiga tahun pergi dari rumah akibat pertengkaran hebat dengan ibunya, tak punya pilihan lain. Ia harus kembali ke rumah dan berupaya melunakkan hati sang ibu agar mau menjual Mercusuar.

Tanpa menceritakan tujuan utamanya pulang ke rumah, Mutia lantas mengajak kakaknya, Amal (Andri Mashadi) dan adiknya, Tasya (Nayla Purnama), bekerja sama.

“Problematika dalam keluarga akan selalu ada dan itu semua adalah bahasa cinta. Dua-duanya cinta, dua-duanya sayang. Cuma cara menunjukkannya sangat berbeda,” ujar sutradara Dinna Jasanti.

Baca Juga: Ungkapan Kehilangan Selebriti atas Kepergian Vidi Aldiano yang Meninggal di Usia 35 Tahun

Sebagai anak, sutradara yang sudah dua kali dipercaya Starvision menggarap film Lebaran (sebelumnya Dua Hati Biru) ini juga sering mengalami apa yang dialami Mutia. Ada hal-hal yang dilakukan orang tua yang tidak sesuai dengan kemauannya.

Namun, menurutnya sangat penting bagi anak untuk peka, paham, sekaligus terima, jika orang tua punya cara sendiri dalam mengungkapkan bahasa cinta pada anaknya.

Selain merasa relate dengan ceritanya, Dinna juga menilai Meriam Bellina dan Nadya Arina mampu menangkap detail-detail emosi yang terpicu dari persoalan perbedaan generasi ini.

“Lirikan-lirikannya Tante Mer dan Nadya Arina, juga cara para pemain mengekspresikan kasih sayang itu luar biasa, sehingga konflik terlihat dan nanti yang menonton bisa melihat, mencerna dan relate!” serunya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X