senggang

PDSKJI Kritik Promosi Film “Aku Harus Mati” di Ruang Publik: Risiko bagi Kesehatan Mental

Senin, 6 April 2026 | 17:53 WIB
Ilustrasi wanita merenung mencoba menyembuhkan trauma cinta dan belajar membuka hati kembali (Freepik)

PejuangKantoran.com -  Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyatakan keprihatinannya terhadap pemasangan baliho promosi film “Aku Harus Mati” yang kini terpampang di ruang publik. Menurut PDSKJI, visual dan narasi film yang bernuansa keputusasaan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan emosional, terutama bagi individu yang memiliki kerentanan psikologis.

“Ruang publik diakses oleh berbagai kelompok usia dan latar belakang, termasuk anak-anak, remaja, dan individu yang sedang mengalami tekanan mental. Paparan berulang terhadap pesan tentang kematian dan keputusasaan tanpa konteks yang tepat dapat meningkatkan distres dan kecemasan, bahkan menjadi pemicu bagi mereka yang memiliki riwayat depresi atau ide bunuh diri,” kata PDSKJI dalam pernyataan resminya.

PDSKJI menegaskan pihaknya tidak membatasi kebebasan berekspresi dalam karya seni, namun menekankan pentingnya tanggung jawab sosial. “Tema sensitif seperti kematian perlu disampaikan dengan kehati-hatian dan mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat,” tambah mereka.

Baca Juga: Wajarkah Jika Rekruter Meminta Slip Gaji di Kantor Lama sebagai Bukti Penghasilan Kamu?

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Humas PP PDSKJI, organisasi ini juga mengimbau agar materi promosi di ruang publik ditinjau kembali apabila berpotensi memicu distres psikologis. “Penting untuk menyertakan konteks edukatif atau pesan yang lebih aman. Kolaborasi dengan profesional kesehatan mental juga diperlukan agar komunikasi tetap bertanggung jawab. Perlindungan kelompok rentan harus menjadi perhatian utama,” tulis PDSKJI.

Baca Juga: Percaya Nggak Percaya, 3 Tema Lirik Lagu Ini Bisa Menggambarkan Seberapa Cerdas Seseorang

PDSKJI mengajak semua pihak untuk menciptakan ruang publik yang lebih aman secara psikologis. “Kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama, dan setiap pesan yang ditampilkan dapat memengaruhi kondisi emosional masyarakat. Ekspresi seni tetap penting, namun harus berjalan seiring dengan empati dan kesadaran akan dampaknya,” tutup pernyataan resmi tersebut.

Tags

Terkini