Wajarkah Jika Rekruter Meminta Slip Gaji di Kantor Lama sebagai Bukti Penghasilan Kamu?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 6 April 2026 | 16:53 WIB
Ilustrasi: Normal nggak sih, kalau rekruter berkeras meminta slip gaji kamu di tempat lama saat proses rekrutmen? (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Normal nggak sih, kalau rekruter berkeras meminta slip gaji kamu di tempat lama saat proses rekrutmen? (Freepik/Kate Mangostar)

PejuangKantoran.com - Negosiasi gaji memang jadi momen paling menegangkan dalam proses rekrutmen. Saat kamu mencari pekerjaan baru, tentunya kamu ingin mendapatkan gaji yang lebih baik daripada pekerjaanmu sekarang ini. 

Tetapi bagaimana kalau tiba-tiba si rekruter bertanya, "Boleh lihat slip gaji dari kantor sebelumnya?"

Permintaan tersebut pasti bikin kamu merasa keberatan. Di satu sisi, kamu ingin mendapatkan pekerjaan itu, tapi di sisi lain, bukannya slip gaji itu sifatnya sangat pribadi?

Baca Juga: Film 'Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?' Soroti Fenomena Fatherless dari POV Anak yang Beranjak Dewasa

Praktik seperti ini sebenarnya sudah tidak dilakukan di beberapa negara maju. Di Uni Eropa misalnya, ada aturan transparansi gaji tahun 2024 yang bakal melarang perusahaan minta slip gaji ke calon karyawan. Tapi kenyataannya, di banyak tempat lain, hal ini masih sering terjadi.

Kenapa rekruter minta slip haji?

Pihak HR biasanya punya alasan formal di balik permintaan ini. Biasanya mereka akan bilang ini buat verifikasi kalau kamu benar-benar pernah bekerja di sana, atau sekadar riset pasar biar mereka bisa kasih penawaran yang pas.

Tapi, alasan yang paling bikin kandidat keberatan adalah soal kebijakan persentase kenaikan gaji. Banyak perusahaan punya aturan kaku soal berapa persen kenaikan yang bisa mereka berikan dari gaji kamu sekarang ini. Mereka tidak ingin membayar terlalu banyak untuk orang baru.

Masalahnya, memberikan slip gaji ke rekruter itu rasanya seperti memberikan kartu as kita ke lawan main. Kekuatan negosiasi kita langsung drop. Kita jadi takut ditawar murah (lowball) hanya karena gaji kamu sebelumnya memang kecil.

Sebuah jajak pendapat di LinkedIn pernah menunjukkan, 92% dari 10.545 responden menolak permintaan memberikan slip gaji. Mereka merasa gaji lama tidak ada hubungannya dengan nilai yang bisa mereka berikan di kantor baru.

Baca Juga: Karyawan yang Selalu Diawasi saat Bekerja Kini Menemukan Cara Baru untuk Menghindari Stres

“Bayarlah untuk perannya, bukan untuk orangnya. Kenapa gaji sebelumnya jadi relevan? Jawaban gampangnya, siapa pun yang bertanya pasti ingin membayar Anda sesedikit mungkin,” ujar Iestyn Evans, CFO di Monument Corporation.

Memutus rantai gaji rendah

Seringkali, alasan utama kita mencari pekerjaan baru adalah karena kita merasa sudah tidak dihargai secara finansial di kantor yang sekarang. Mungkin perusahaannya terlalu kecil untuk memberikan promosi, atau ada politik kantor yang menghambat karier kita.

Kalau gaji lama terus-menerus jadi patokan, kita akan terjebak dalam lingkaran setan gaji rendah yang nggak ada habisnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: LinkedIn, Offerzen.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X