PejuangKantoran.com - Kisah petualangan Bagas (Bayu Skak), Lenni (Nadya Arina), Juna (Benidictus Siregar), Andrew (Indra Pramujito), dan Dicky (Firza Valaza) kembali berlanjut dengan tantangan yang lebih berbahaya dalam Sekawan Limo 2: Gunung Klawih.
Kisah film horor komedi ini dimulai dengan berkumpulnya kembali kelima sahabat tersebut di perayaan ulang tahun anak Andrew, tiga tahun setelah kejadian di Gunung Madyopuro.
“Sekawan Limo 2 ini bukan tipikal IP (intellectual property) yang ketika dibuat sekuelnya, akan berbeda karakter-karakternya. Kalau di sini, setiap anggota Sekawan Limo bertumbuh, beranjak dewasa.
Baca Juga: Mengapa Sitha Marino Pilih Film Horor 'Kamu Harus Mati' sebagai Debut Aktingnya di Layar Lebar?
"Andrew, misalnya, sudah menikah dan mempunyai anak. Kami pun masing-masing dewasa dengan kehidupan masing-masing,” ujar Bayu Skak, yang juga bertindak sebagai sutradara, saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Sayangnya, suasana reuni dan perayaan itu berubah menjadi mencekam ketika mereka mengetahui keluarga Andrew diduga menjadi tumbal pesugihan yang dilakukan ayahnya sendiri.
Untuk menghentikan ancaman terhadap istri dan anaknya sebagai tumbal pesugihan, Andrew bersama Bagas, Dicky dan Juna memutuskan ke puncak Gunung Klawih. Di sana mereka mengalami berbagai kejadian tidak mengenakkan.
Bayu Skak mengaku sedikit terbebani saat menggarap Sekawan Limo 2 setelah film pertamanya sukses ditonton 2,5 juta penonton. Namun untuk film kedua ini, timnya menyuguhkan tontonan yang mempunyai pesan kuat.
"Ketika dewasa, pasti semua orang mengalami tanggung jawab yang besar. Bagaimana menyikapi tanggung jawab itu. Kebanyakan ingin caranya instan saja.
"Di Sekawan Limo 2 ini, kita bersama-sama merenung bahwa sesuatu yang baik dan manis bisa diraih dengan kerja keras. Tidak menggunakan jalan pintas. Itu eskalasi (tema) dari Sekawan Limo dan Sekawan Limo 2,” jelas Bayu.
Baca Juga: Hanung Bramantyo Terapkan Sistem Kerja yang Ramah Anak di Lokasi Syuting 'Children of Heaven'
Untuk mendukung tema tersebut, Bayu Skak memilih syuting langsung selama dua minggu di Gunung Kawi. Tempat ini banyak dikunjungi warga -terutama keturunan Tionghoa- yang memiliki kepercayaan spiritual sebagai pusat keberuntungan.
Padahal, menurut aktor yang memiliki nama asli Bayu Eko Moektito ini, energi besar dari gunung ini bisa juga dinikmati untuk hal-hal positif.
“Yang tahu soal energi besar ini banyak yang menggunakan sebagai medium introspeksi diri, bertapa, refleksi diri,” serunya.
Mengenai perhelatan gala premiere Sekawan Limo 2: Gunung Klawih yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Bayu Skak pun vokal mengajak semua penonton bersatu padu dalam semangat persatuan.