PejuangKantoran.com - Pernah merasa lebih fokus mengerjakan tugas di coffee shop dibanding di rumah? Ternyata, fenomena ini memang nyata dan memiliki penjelasan psikologis yang dikenal sebagai coffee shop effect.
Menurut para ahli kesehatan mental dan neuroscience, suasana coffee shop mampu menciptakan kombinasi stimulasi yang pas untuk membantu otak bekerja lebih optimal.
Salah satu alasan utama seseorang merasa lebih produktif di coffee shop adalah karena efek novelty atau suasana baru. Saat berada di tempat yang berbeda dari rutinitas sehari-hari, otak menjadi lebih waspada dan fokus.
Psikolog Nicole Moshfegh menjelaskan bahwa berpindah tempat dapat membantu memutus pola kebiasaan yang biasanya muncul di rumah, seperti rebahan, menonton TV, atau terdistraksi pekerjaan rumah tangga.
Sementara itu, neuroscientist Catherine Franssen menyebut bahwa aroma kopi, suara mesin espresso, hingga aktivitas orang-orang di sekitar memberikan stimulasi sensorik ringan yang membuat otak tetap aktif tanpa terasa berlebihan.
Baca Juga: Doomjobbing Malah Cikin Mental Capek, Segera Cari Tahu Cara Berhenti dari Kebiasaan Ini!
Background Noise Justru Membantu Fokus
Menariknya, suasana yang sedikit ramai justru bisa meningkatkan konsentrasi bagi sebagian orang. Para ahli menyebut tingkat kebisingan moderat seperti percakapan pelan atau suara cangkir kopi dapat membantu otak tetap terstimulasi.
Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ambient noise pada level tertentu dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir.
Karena itu, banyak orang merasa lebih mudah brainstorming, menulis, atau mengerjakan pekerjaan kreatif di café dibanding di ruangan yang terlalu sunyi.
Ada Efek “Tekanan Sosial” yang Halus
Faktor lain yang cukup berpengaruh adalah keberadaan orang lain. Saat berada di coffee shop dan melihat orang-orang bekerja dengan laptop atau membaca buku, otak secara tidak sadar ikut terdorong untuk tetap produktif.
Fenomena ini dikenal sebagai social facilitation—yaitu kecenderungan manusia menyesuaikan perilaku dengan lingkungan sosial di sekitarnya.
Baca Juga: Gojek Ubah Skema Bagi Hasil: Driver Terima Penghasilan 92%, Penumpang Tetap Bayar Sama
Banyak pengguna internet juga mengaku merasa “malu” jika terlalu banyak bermain ponsel atau bermalas-malasan di café, sehingga mereka lebih disiplin menyelesaikan pekerjaan.
Meski nyaman, rumah sering kali dipenuhi berbagai distraksi kecil: tempat tidur, televisi, kulkas, tumpukan laundry, hingga keinginan untuk rebahan sebentar yang akhirnya kebablasan.
Artikel Terkait
Nggak Cuma Rekrutmen, Tim HR Sekarang Harus Mampu Analisis Data dan Performa Keuangan
Nggak Apa-apa Banget Nggak Jadi Bos, Karyawan Gen Z Lebih Pilih Punya Banyak Side Hustle
Selalu Keteteran Kerja? Pakar Produktivitas Ungkap Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu
Susah Fokus Saat Kerja? Ini 6 Cara agar Tetap Produktif Sepanjang Hari
Kenapa Notifikasi Grup Kantor Bisa Memicu Stres Saat WFH? Ini Penjelasannya
5 Poin Penting yang Bisa Mengukur Learning Agility Kamu Yang Bermanfaat Dalam Perubahan yang Serba Cepat
Stres akibat Belum Dapat Pekerjaan Baru Bikin Para Pencari Kerja Terjebak 'Doomjobbing'
Doomjobbing Malah Cikin Mental Capek, Segera Cari Tahu Cara Berhenti dari Kebiasaan Ini!
Alasan Tak Terduga Mengapa Program Keterlibatan Karyawan di Kantor Nggak Banyak Direspons
9 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Saat Mereka Sebenarnya Lagi Stres Berat