senggang

'Monster Pabrik Rambut' Digarap Keroyokan bareng Singapura, Jepang, Jerman, dan Perancis

Jumat, 5 Juni 2026 | 11:32 WIB
Ada alasan khusus mengapa Palari Films menggarap "Monster Pabrik Rambut" bersama empat negara lain. (Youtube @cinema21)

PejuangKantoran.com - Monster Pabrik Rambut menghadirkan film horor fantasi retro dengan setting yang sangat berbeda. Film ini mengisahkan pengalaman karyawan pabrik wig yang kelelahan dan kurang tidur akibat lembur.

“Ketika (sutradara) Edwin melontarkan ide tentang pressure bekerja di kantor bisa jadi lebih horor dari film horor, menurut gue, wah... itu sih relevan di mana-mana ya.

"Maksudnya, mau itu di Asia kah, di Indonesia, atau Eropa, semuanya sama. Pasti ada persoalan kelelahan kerja atau overwork,” ungkap produser Meiske Taurisia dari Palari Film, saat pemutaran perdana Monster Pabrik Rambut di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: Sal Priadi Merekam Derap Kaki Para Pemain 'Monster Pabrik Rambut' untuk Feel Industrial di Lagu Temanya

Yakin bahwa tema tersebut akan membuat penonton merasa relate, sejak awal penggarapan film produser yang akrab dipanggil Mbak Dede itu merasa Palari Films harus kolab bareng negara-negara lain.

Kolaborasi dianggap sebagai gerbang untuk pertukaran perspektif antara perspektif dalam dan luar negeri. Menurut Meiske, filmmaker Indonesia perlu berkolaborasi dengan negara lain agar film-film kita punya daya saing dengan kualitas film-film di luar.

"Ibaratnya kayak gotong royong lah di film ini. Jadi selain Indonesia, ada Singapura, Jepang, Jerman, dan Perancis. Satu hal soal financing, tapi another thing adalah kita kerja sama dengan D.O.P (Director of Photography) dari Jepang, editor dari Singapura, kemudian juga proses filmnya di Perancis,” tambahnya.

Tujuan lain dari kolaborasi ini adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa film Indonesia memang memiliki daya saing global. Itu sebabnya pemutaran film ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di negara lain.

Sebagai langkah pertama, film ini mengadakan world premiere di salah satu festival film internasional bergengsi, Berlinale.

“Soal film Monster Pabrik Rambut yang ada di Berlinale Februari lalu, itu karena Palari Films selalu memikirkan bagaimana caranya agar film Indonesia bisa tayang dan masuk ke dalam festival film internasional!” tukas Meiske, yang mendirikan Palari Films bersama Muhammad Zaidy.

Baca Juga: Kerja Sejak Umur 9 Tahun, Iqbaal Ramadhan Merasa Relate dengan Tema Eksploitasi di 'Monster Pabrik Rambut'

Setelah di Berlinale, film ini akan berpartisipasi di Brussel Fantastic Film Festival dan Hong Kong International Film Festival. Bulan Juli, film yang naskahnya ditulis oleh Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga itu akan tayang di Fantasia Fantastic International Festival di Montreal, di mana Monster Pabrik Rambut akan berkompetisi di sesi Cheval Noir.

“Ada tiga festival lagi yang sudah mengantri untuk tayang, tapi saya belum bisa spill. Selain itu, film ini diwakilkan oleh Showbox, agen penjualan film internasional dari Korea.

"Mereka ini juga yang menjadi produser film-film box office Korea, Exhuma. Jadi, ini bentuk bahwa film Indonesia sejajar dengan film lainnya. Mereka percaya film-film Indonesia memiliki bahasa yang bisa mengglobal!” jelasnya.

Monster Pabrik Rambut, yang dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi dan Luqman Kev, sudah bisa disaksikan di bioskop mulai 4 Juni 2026.

Tags

Terkini