Grab Bantah Rumor Akan Tinggalkan Indonesia, Tegaskan Komitmen Jangka Panjang di Tanah Air

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 5 Juni 2026 | 09:05 WIB
Diterpa isu angkat kaki dari Indonesia, CEO Grab buka suara. (Ist)
Diterpa isu angkat kaki dari Indonesia, CEO Grab buka suara. (Ist)

PejuangKantoran.com -  Grab Indonesia membantah rumor yang menyebut perusahaan teknologi tersebut berencana menghentikan operasinya atau keluar dari Indonesia. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dan berkembang di pasar Indonesia.

Dalam keterangannya pada 3 Juni 2026, Grab menyatakan bahwa kabar mengenai rencana hengkang dari Indonesia tidak benar. Perusahaan menegaskan tetap menghormati kebijakan pemerintah dan akan terus mendukung pengembangan ekonomi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar. Grab senantiasa menghormati arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia serta berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi.

Baca Juga: Ngopi Cantik Tetap Jalan, Dompet Nggak Kena Mental

Indonesia Disebut Sebagai Ekosistem Strategis

Menurut Grab, Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan bisnis perusahaan di kawasan Asia Tenggara. Selama lebih dari satu dekade beroperasi di Indonesia, Grab mengaku telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari jutaan masyarakat melalui berbagai layanan transportasi, pengantaran makanan, logistik, dan layanan digital lainnya.

Perusahaan menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya salah satu pasar terbesar, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang Grab.

“Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab. Kami telah hadir untuk Indonesia selama lebih dari 10 tahun dan kami berkomitmen untuk terus bertumbuh dan mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia,” kata Neneng.

Klaim Kontribusi terhadap Ekonomi Digital

Dalam pernyataannya, Grab juga menyoroti kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi digital nasional. Perusahaan menyebut saat ini berkontribusi terhadap sekitar 50 persen industri ride-hailing dan layanan pengantaran online di Indonesia.

Selain itu, Grab mengklaim telah membantu menciptakan sekitar 4,6 juta peluang kerja melalui proses digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergabung dalam ekosistem platform mereka.

Perusahaan juga menyebut telah menyalurkan berbagai program pemberdayaan bagi mitra pengemudi melalui inisiatif Grab untuk Indonesia dengan nilai dukungan yang disebut mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Baca Juga: Sekarang Kamu Bisa Dengan Mudah Mencetak E-KTP yang Hilang atau Rusak di Mesin Ini! Baca Tata Caranya

Komitmen Terus Berkolaborasi

Grab menegaskan akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah, mitra pengemudi, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Perusahaan menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara luas kepada masyarakat.

“Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan. Bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami tumbuh bersama masyarakat,” ujar Neneng.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X