PejuangKantoran.com - Tayangan kuliner dalam beberapa tahun terakhir bukan lagi sekadar tontonan yang membuat penonton lapar di depan layar. Di Indonesia, tren ini berkembang menjadi cara baru untuk memahami makanan—bukan hanya dari rasa, tetapi juga dari cerita di baliknya: budaya, emosi, hingga perjalanan hidup para chef dan karakter yang terlibat di dalamnya.
Mulai dari kompetisi memasak, dokumenter street food, hingga drama kuliner yang penuh konflik dan romansa, makanan kini menjadi medium cerita yang kuat. Ia tidak lagi berdiri sebagai elemen pelengkap, tetapi sebagai pusat narasi yang menghubungkan penonton dengan dunia yang lebih luas.
Fenomena ini juga terasa di Indonesia, di mana penonton semakin akrab dengan berbagai tayangan kuliner global maupun lokal. Platform seperti Netflix turut memperluas akses terhadap konten-konten ini, membuat kisah tentang makanan dari berbagai negara bisa hadir langsung di layar rumah.
Chef Jesselyn Lauwreen melihat perubahan ini secara langsung dari perspektif pelaku industri. Ia menyebut bahwa tayangan kuliner kini tidak lagi hanya soal makanan yang terlihat lezat, tetapi juga tentang cerita di baliknya.
Baca Juga: ChatGPT Raih 1 Miliar Pengguna Bulanan, Lebih Cepat daripada Aplikasi Mana Pun dalam Sejarah
“Tayangan kuliner saat ini telah berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih personal dan emosional. Tentang cerita, passion, dan perjuangan di baliknya yang membuat penonton merasa lebih terhubung dengan sebuah hidangan dan chef di baliknya,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa penonton kini bisa jatuh cinta pada sebuah hidangan atau restoran bahkan sebelum mencobanya secara langsung.
Dari sini, jelas bahwa tayangan kuliner telah berubah menjadi jembatan antara layar dan dunia nyata mempengaruhi cara orang memilih makanan, destinasi, hingga cara mereka menghargai proses memasak.
Berikut beberapa rekomendasi tayangan kuliner yang bisa kamu tonton:
Culinary Class Wars
Sebuah kompetisi memasak yang mempertemukan berbagai level chef dalam tantangan yang intens dan kreatif. Selain penuh strategi dan tekanan dapur, tayangan ini juga memperlihatkan bagaimana latar belakang berbeda bisa menghasilkan pendekatan kuliner yang unik. Serial ini bahkan memicu perhatian besar terhadap para chef dan restoran yang terlibat.
Street Food: Asia
Dokumenter yang menjelajahi kekayaan street food di berbagai negara Asia. Setiap episode menyoroti kisah para penjual makanan kaki lima dan warisan budaya yang mereka jaga. Episode Yogyakarta menjadi salah satu yang paling berkesan dengan menampilkan hidangan seperti gudeg dan lupis sebagai bagian dari identitas lokal.
Baca Juga: 5 Manfaat Serat dan Sumber-Sumbernya yang Wajib Kamu Ketahui. Jangan Sampai Salah!
Tastefully Yours
Drama romantis yang berpusat pada dunia kuliner, mengisahkan hubungan antara pewaris perusahaan makanan dan seorang chef restoran kecil. Ceritanya ringan, hangat, dan banyak menampilkan makanan sebagai bagian penting dari emosi dan hubungan karakter.
Bon Appétit, Your Majesty
Menggabungkan fantasi perjalanan waktu dengan dunia dapur kerajaan di era Joseon. Seorang chef modern tiba-tiba harus memasak untuk raja yang dikenal keras dan kejam, menciptakan konflik sekaligus eksplorasi kreativitas kuliner di masa lalu.
Luka Makan Cinta
Drama kuliner Indonesia yang menggabungkan pencarian jati diri, romansa, dan dunia dapur profesional. Berlatar di Bali, serial ini menampilkan hidangan Nusantara dalam sentuhan fine dining modern, sekaligus memperlihatkan tekanan dan disiplin tinggi di balik industri kuliner.