Joe Taslim soal Kenapa Judo Nggak Pernah Dipakai dalam Koreografi Fighting Film Laga

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 5 Juni 2026 | 21:47 WIB
Joe Taslim dan Yayan Ruhian saat premier "The Furious" di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (5/6/2026). (PejuangKantoran.com/Adhityaswara Nuswandana)
Joe Taslim dan Yayan Ruhian saat premier "The Furious" di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (5/6/2026). (PejuangKantoran.com/Adhityaswara Nuswandana)

PejuangKantoran.com - Joe Taslim boleh dibilang salah satu dari sedikit aktor Indonesia yang lebih sering berkarier di luar negeri. Latar belakangnya sebagai mantan atlet judo membuatnya banyak direkrut dalam film-fllm laga seperti The Raid, The Fast & Furious 6, The Night Comes for Us, hingga Mortal Kombat.

Kini, Joe mulai merambah industri film Hong Kong yang dikenal telah melejitkan aktor-aktor laga legendaris seperti Jackie Chan, Chow-Yun Fat, Jet Li, atau Donnie Yen. Filmnya, The Furious, digarap sutradara Jepang, Kenji Tanigaki.

Film ini diputar secara perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2025, dan meraih runner-up untuk People’s Choice Award for Midnight Madness.

Baca Juga: 'Monster Pabrik Rambut' Digarap Keroyokan bareng Singapura, Jepang, Jerman, dan Perancis

The Furious mengisahkan seorang pedagang, Wang Wei (Xie Miao), yang putrinya diculik komplotan pelaku perdagangan anak di Asia Tenggara. Ia lalu bertemu Navin (Joe Taslim), wartawan yang sedang menyelidiki kasus perdagangan anak tersebut. Keduanya lalu bekerja sama untuk menyelamatkan Rainy (Yang Enyou), putri Wei, dari markas para penculik.

The Furious, yang juga dibintangi aktor dan pesilat Yayan Ruhian (sebagai Tak), akan segera tayang di bioskop Indonesia pada 17 Juni 2026. Bersama Yayan, Joe lantas menceritakan pengalamannya menjalani adegan-adegan laga dalam film Hong Kong tersebut. Banyak hal baru, seperti koreografi fighting atau penggunaan senjata yang berbeda.

“Di film-film aku selalu fokus dengan beladiri yang lain. Kenji Tanigaki mau kasih liat apa yang kamu kuasai. Aku kan fondasinya judo untuk bela dirinya.

“Tapi ini cukup challenging karena judo bukan beladiri yang enak dilihat. Jarang ada film yang pake judo sebagai koreografi fighting,” ujar Joe Taslim, saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Adapun Yayan Ruhian di film ini memakai panah sebagai senjata. Menurutnya, ini memang hal baru yang patut dicoba. Aktor berusia 56 tahun ini berharap bisa melakukan hal-hal yang berbeda dari yang biasa ia lakukan.

Baca Juga: ONIC Kairi Kagum dengan Pemeran Dirinya di 'Nobody Loves Kay': Kayak Punya Adik Lagi!

Industri film Hong Kong sendiri menurutnya sangat menghargai kemampuan para pemeran, tetapi juga berkomitmen menjaga keselamatan mereka. Boleh dibilang, keselamatan para pemain sangat diutamakan agar tidak terjadi cedera.

“Nggak ada yang cedera parah. Pemilihan para pemainnya orang-orang yang menguasai beladiri sehingga mereka tahu menjaga diri. Saat latihan koreografi juga sudah nggak ada latihan mukul lagi, tapi langsung fight,” ujar Yayan, yang pernah menjadi pelatih silat Paspampres.

Joe Taslim pun berpendapat sama. Menurut pengalamannya selama ini, jarang ada pemain yang mengalami cedera parah yang membuat syuting harus dihentikan.

“Paling parah itu karena latihan terlalu berat di series Warrior, sehingga cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament, salah satu ligamen di lutut) kambuh. Untuk menjaga lutut akhirnya saya pakai knee brace.

“Sebagai aktor kadang kita harus men-deliver serealistis mungkin, yang sangat nyata akan ilusi kekerasan. Dan agar penonton happy, kita harus all in. Itu selalu saya lakukan di semua film saya,” pungkas Joe. (Laporan: Adhityaswara Nuswandana)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X