PejuangKantoran.com - Pasangan ganda campuran Denmark, Mathias Christiansen dan Alexandra Boje, keluar sebagai juara Polytron Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, 2-7 Juni 2026. Christiansen/Boje mengalahkan pasangan dari China, Cheng Xing dan Zhang Chi yang berakhir dengan straight game 21-19, 23-21.
Polytron Indonesia Open merupakan turnamen BWF Level Super 1000 di mana hanya atlet peringkat atas yang boleh bertanding. Mathias dan Alexandra, yang di luar juga pasangan kekasih, berhasil membawa pulang hadiah sebesar US$107.300 atau sekitar Rp1,71 miliar.
Hasil ini memastikan pasangan peringkat kelima dunia ini menyapu bersih rangkaian turnamen di Asia Tenggara selama sebulan ini. Sebelumnya, mereka meraih kemenangan di Thailand Open (Super 500), dan Singapore Open (Super 750).
Baca Juga: Keuntungan Melakukan Upskilling dan Reskilling, Nggak Cuma Bikin Kita Lebih Betah di Perusahaan!
Kemenangan Mathias dan Alexandra di Indonesia Open ini juga merupakan kemenangan turnamen Super 1000 pertama mereka.
“Kami hanya di runner up di bulan Januari, tapi bulan ini kami menjadi juara. Jadi, kami sangat bahagia,” ucap Alexandra Boje, di media room Istora Senayan, Minggu (7/6/2026) lalu.
Hal yang mengejutkan setelah ungkapan Alexandra ini adalah ungkapan kebahagiaan Mathias yang ia ungkapkan dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih.
“Bisa juara di sini terasa seperti mimpi. Istora Senayan kali ini suporternya luar biasa. Kami cinta Indonesia. Kami suka bermain di sini!” ujar Mathias sambil mengacungkan jempolnya.
Mathias/Alexandra tak memungkiri bahwa memenangkan Super 1000 adalah hal yang luar biasa bagi mereka, karena memang sudah mereka targetkan setiap kali akan bertanding. Sebelumnya, pasangan ini menjadi juara 1 di Thailand Master (300) dan Singapore Open (750).
“Kami sudah memenangkan 100, 300, 500, 750 dan sekarang 1000! Rasanya seperti satu pencapaian utuh!” aku atlet kelahiran Bornholm, Denmark, 20 Februari 1994 itu.
Baca Juga: Beda Upskilling dan Reskilling, Kamu Wajib Tahu saat Berniat Menambah Keterampilan Baru!
Merasa bisa menyelesaikan pertandingan penting, pasangan ini tidak dapat menahan tangis mereka ketika game point pada akhir pertandingan.
Ketika ditanya alasan mereka menangis, mengingat mereka berhasil menjadi pemenang, jawaban Mathias langsung mengundang tawa satu ruangan. Sebab, lagi-lagi ia menjawab dalam bahasa Indonesia.
“Ya, kami capek! Sudah di Asia satu bulan. Sangat lelah! Minggu depan kami akan pergi ke Labuan Bajo untuk berlibur. We were looking forward to that, especially because this vacation is much needed!” serunya.
Gelar juara Indonesia Open tahun ini dibawa pulang lima negara berbeda, yakni Korea Selatan (tunggal putri), Denmark (ganda campuran), Kanada (tunggal putra), Jepang (ganda putri), dan Malaysia (ganda putra).