PejuangKantoran.com - Kemajuan teknologi dan dunia digital bikin kebutuhan akan beragam keterampilan terus meningkat di pasar kerja global. Akibatnya, reskilling (belajar keahlian baru untuk peran yang berbeda) dan upskilling (meningkatkan keahlian untuk pekerjaan yang dilakukan saat ini) tidak bisa dihindari lagi agar kita tetap punya daya saing.
Melalui upskilling dan reskilling, kita terus meningkatkan ilmu sehingga bisa terus maju dalam jenjang karier kita saat ini. Menurut laporan LinkedIn Learning, karyawan yang diberi kesempatan untuk upskilling dan reskilling cenderung merasa lebih puas dan termotivasi untuk berkontribusi lebih banyak untuk perusahaan.
Lebih dari 94% karyawan juga cenderung betah di perusahaan yang selalu menjalankan program pelatihan untuk mereka. Di sisi lain, perusahaan yang mendukung lifelong learning bakal lebih siap menghadapi perubahan di mana pekerjaan-pekerjaan bermunculan.
Baca Juga: Beda Upskilling dan Reskilling, Kamu Wajib Tahu saat Berniat Menambah Keterampilan Baru!
Jadi bisa dibilang, memperdalam keterampilan dan menambah skill itu memang akan memberikan keuntungan bagi karyawan maupun perusahaan. Mau tahu apa saja keuntungannya?
Keuntungan melakukan upskilling
Dengan memperkuat atau memperdalam kemampuan di pekerjaan kamu yang sekarang, manfaatnya antara lain:
• Meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri kita saat harus menghadapi perubahan.
• Meningkatkan produktivitas karena kita jadi mampu melakukan tugas-tugas secara lebih efisien dan efektif.
• Jadi lebih betah dan bikin kita mau terlibat dengan project-project di kantor, karena kita jadi merasa perusahaan peduli dengan perkembangan kita.
• Di sisi perusahaan, mengatasi kesenjangan keterampilan (skill gap) yang terus berkembang dalam angkatan kerja.
• Mengurangi tingkat turnover karyawan, sehingga bisa menekan biaya rekrutmen karyawan baru.
Keuntungan melakukan reskilling
Reskilling lebih ke arah belajar keterampilan baru untuk pindah ke pekerjaan yang berbeda. Manfaatnya meliputi:
• Mempertahankan posisi kita di perusahaan karena keunggulan kompetitif yang kita miliki.
• Reskilling yang kita lakukan secara pribadi juga memudahkan kita pindah jalur karir ke perusahaan atau industri lain yang lebih sesuai keinginan.
• Perusahaan jadi lebih mudah memindahkan karyawan dari peran yang mulai tidak relevan ke posisi yang lebih dibutuhkan, seperti bidang teknologi atau pekerjaan ramah lingkungan.
• Dengan tuntutan untuk mampu beradaptasi di shifting market, reskilling membantu perusahaan jadi lebih agile. Sebab, karyawan bisa beradaptasi sesuai kebutuhan, kapan saja dibutuhkan.
• Sama seperti upskilling, reskilling juga membuat perusahaan mampu mengurangi ketergantungan untuk merekrut orang baru dari luar.
Langkah untuk menerapkannya
Untuk upskilling, kuncinya adalah memahami bagaimana peran kita berkembang. Fokus saja untuk memperkuat keahlian yang relevan melalui coaching, kursus, atau mentoring. Jangan lupa langsung praktikkan keterampilan baru tersebut agar hasilnya nyata.
Sementara untuk reskilling, pendekatan perusahaan harus lebih strategis karena kita sedang bersiap untuk pekerjaan yang berbeda. Perusahaan perlu jujur mengenai perubahan yang terjadi, lalu gunakan asesmen keahlian agar kita bisa mendapat posisi baru yang paling sesuai.
Artikel Terkait
Combat Sport 'Byon Madness Vol. 4' Hadir dengan Lebih dari 13 Duel Para Petarung Bertensi Tinggi
Jangan Bangga Dulu Kalau Berat Badan Kamu Normal Karena Tetap Berisiko Kena Diabetes Tipe 2 Gara-Gara TOFI!
Apa yang Harus Kamu Lakukan Biar Nggak Kena Zonk Panitia Kompetisi Lari Berkaca dari Kasus Yellow Run 2026
Ini 8 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Jelang FIFA Matchday Indonesia vs Mozambik Nanti Malam
Kamu Termasuk Tipe Penonton Serial Secara Maraton Atau Menunggu Episode Mingguan?
Ini 5 Poin yang Bisa Dilihat Dari Kedatangan Shin Tae-yong Sebagai Pelatih Persija
Tidak Semua Penjilat di Kantor Itu Buruk: Cara Jadi Karyawan Kesayangan Bos Tanpa Kehilangan Integritas
First-Year Turnover, Karyawan Keluar Saat Belum Sampai Setahun Bekerja, Bukan Perkara Enteng. Ini Aalasannya!